TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI - Tak Hanya Rupiah, Warga Kepulauan Riau Ternyata Pernah Miliki Mata Uang Khusus

Tahukah Anda, selain pernah menggunakan mata uang Rupiah, masyarakat Batam Kepulauan Riau pernah punya mata uang sendiri?

TRIBUNWIKI - Tak Hanya Rupiah, Warga Kepulauan Riau Ternyata Pernah Miliki Mata Uang Khusus
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Mata uang warga Kepulauan Riau 

TRIBUNWIKI - Tak Hanya Rupiah, Warga Kepulauan Riau Pernah Miliki Mata Uang Khusus

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tahukah Anda, selain pernah menggunakan mata uang Rupiah, masyarakat Batam Kepulauan Riau pernah punya mata uang sendiri?

Yup, di masa konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia, pernah berlaku mata uang Rupiah Kepulauan Riau (KRRp).

Mata uang ini berlaku sebagai alat pembayaran yang sah hanya di daerah Kepulauan Riau, hingga berakhirnya masa konfrontasi.

Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam buku berjudul "Mengungkap Fakta Pembangunan Batam Era Ibnu Sutowo-JB Marlin".

KRRp tidak berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di luar daerah Kepulauan Riau. Perbandingan nilainya dengan Rupiah umum, adalah KRRp 1=Rp 14,70.

Ya, sebelum 1963 mata uang dolar Singapura dan Malaysia lebih dominan beredar di Pulau Batam dan sekitarnya.

Mengapa? Karena kedekatan wilayah dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, sangat sulit bagi wilayah Kepulauan Riau saat itu untuk menghindari penggunaan mata uang dollar kedua negara tersebut.

TRIBUNWIKI - Daftar Nama Rumah Sakit di Batam

TRIBUNWIKI - Tempat Penginapan Strategis di Batam Dekat Pelabuhan dan Bandara Hang Nadim

TRIBUNWIKI - Nama Kepala Dinas, Kepala Badan, RSUD di Pemerintah Batam

TRIBUNWIKI - Daftar Nama Camat 12 Kecamatan di Kota Batam

Untuk mengatasi tingginya penggunaan mata uang asing itu, pemerintah menetapkan satuan uang rupiah khusus untuk Daerah Tingkat (Dati) II Kepulauan Riau yang disingkat dengan KRRp. Pemberlakuan KRRp ini tertuang dalam Penetapan Presiden Nomor 9 Tahun 1963 tanggal 15 Oktober 1963.

KRRp terdiri dari uang kertas Bank Indonesia, uang kertas pemerintah, dan uang logam pemerintah khusus untuk Kepulauan Riau. Sebagaimana Penpres No 9 Tahun 1963, uang yang dimaksud sebagai berikut;

a. Uang kertas pemerintah untuk Kepulauan Riau dikeluarkan dalam pecahan KRRp1 dan KRRp2,5. Uang kertas ini merupakan seri Presiden Soekarno dengan tanda tahun 1961 dan ditandatangani oleh Notohamiprodjo. Ciri uang kertas ini sama dengan yang dikeluarkan untuk Irian Barat, kecuali tulisan yang dicantumkan adalah RIAU dan nomor seri dimulai dengan huruf KR.

b. Uang logam pemerintah khusus Kepulauan Riau juga sama dengan yang dikeluarkan untuk Irian Barat, yaitu seri Presiden Soekarno pecahan 1 sen, 5 sen, 25 sen, dan 50 sen. Perbedaannya terletak pada sisi samping. Uang logam Irian Barat dibuat bergerigi, sedangkan untuk Kepulauan Riau rata dan bertuliskan RIAU. Uang logam ini merupakan alat pembayaran yang sah sampai jumlah 100 keping untuk masing-masing pecahan atau KRRp1 untuk 1 sen, KRRp5 untuk 5 sen, KRRp 10 untuk 10 sen, KRRp25 untuk 25 sen, dan KRRp50 untuk 50 sen.

c. Uang kertas Bank Indonesia khusus untuk Kepulauan Riau adalah seri Presiden Soekarno dengan tanda tahun 1960 pecahan KRRp5, KRRp10, dan KRRp100 yang semuanya ditandatangani Soetikno Slamet bersama Indra Kasoema. Ada bubuhan kata RIAU dan nomor seri dimulai dengan huruf KR.

KRRp ini hanya berlaku selama 8,5 bulan. Dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1964 tanggal 27 Juni 1964, KRRp secara resmi ditarik dari peredaran. Dan sejak 1 Juli 1964 diberlakukan uang rupiah yang sama dengan uang rupiah yang berlaku untuk Republik Indonesia. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved