Limbah Cemari Pantai Bintan, Komisi III DPRD Kepri Langsung Menghadap Kemenko Maritim

“Harus segera ditangkap pelakunya agar bisa menjadi contoh bagi pelaku-pelaku lainnya dan bisa memberikan efek jera agar tidak melakukan pembuangan li

Limbah Cemari Pantai Bintan, Komisi III DPRD Kepri Langsung Menghadap Kemenko Maritim
Tribunbatam.id/Thom Limahekin
Komisi III DPRD Kepulauan Riau saat melakukan pertemuan dengan Kemenko Maritim di Jakarta, Rabu (23/01/2019). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGINANG - Setelah melakukan peninjauan lapangan pencemaran limbah oli di pesisir pantai Bintan, Komisi III DPRD Kepulauan Riau langsung melakukan pertemuan dengan Kemenko Maritim di Jakarta, Rabu (23/01/2019).

Komisi III yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution meminta pemerintah pusat agar segera menangani permasalahan tersebut.

“Pemerintah pusat harus segara turun untuk menanganinya karena permasalahan limbah oli ini sudah puluhan tahun terjadi dan terus berulang,” kata Surya Makmur Nasution saat mengikuti rapat sinkronisasi dan sinergitas rencana kerja tahun 2019 terkait tumpahan minyak di laut khususnya di wilayah Kepulauan Riau di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim.

Dalam rapat tersebut, Surya Makmur juga menyampaikan bahwa limbah oli yang mencemari pantai di wilayah Kepulauan Riau tersebut diduga bersumber dari aktivitas tank cleaning yang dilakukan di perairan Out Port Limit (OPL) di berbatasan Indonesia, Singapuran dan Malaysia.

“Sehingga diperlukan peran negara dalam penyelesaian masalah ini karena berkaitan dengan negara tetangga,” jelasnya.

Pencemaran Limbah Oli di Perairan Bintan. DPRD Kepri Temui Kemenko Maritim di Jakarta

Pantai di BintanTercemar Limbah, Komisi III DPRD Kepri Langsung Tinjau Lokasi. Ini Tindak Lanjutnya

Perairan Bintan Tercemar Limbah Solar. Pengelola Hotel Komplain, DPRD Kepri Langsung Cek Pantai

Modus MV Yosoa Selundupkan Minyak, Manifes Ditulis Limbah. Ditangkap BC Kepri

Ia meminta kepada stakeholder terkait agar segera menangkap pelaku tank cleaning yang mengakibatkan rusaknya lingkungan di beberapa wilayah perairan di Kepulauan Riau.

“Harus segera ditangkap pelakunya agar bisa menjadi contoh bagi pelaku-pelaku lainnya dan bisa memberikan efek jera agar tidak melakukan pembuangan limbah oli di perairan OPL kita,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau Asep Nurdin menambahkan selain peran pemerintah menurutnya masyarakat juga harus berperan aktif dalam penanggulangan limbah oli tersebut.

“Masyarakat harus peduli atas pencemaran limbah ini, apabila masyarakat tahu ada aktivitas tank cleaning yang mengakibatkan pencemaran harus segara melaporkan kepada pihak yang berwenang,” kata Asep Nurdin.

Ia juga mendesak kepada stakeholder yang tergabung dalam tim daerah harus bersinergi dalam menangani kasus pencemaran lingkungan limbah oli ini.

Halaman
123
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved