VIDEO - Duit Tak Cukup, 3 Pria Ini Kaget Harus Bayar Bagasi Rp 1,07 Juta. Terpaksa Patungan & Hutang

Memasuki hari kedua penerapan tarif bagasi berbayar maskapai Lion Air ternyata masih ada sejumlah penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Memasuki hari kedua penerapan tarif bagasi berbayar maskapai Lion Air ternyata masih ada sejumlah penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam .

Rata-rata mengaku kaget karena uang yang harus dibayarkan untuk biaya bagasi lumayan besar.

"Kami pastinya keberatanlah sebagai penumpang, padahal maskapai Lion ini adalah maskapai yang sangat banyak diminati masyarakat, tapi kalau kayak gini jadi kecewa dengan kebijakannya," kata Rio, penumpang Lion Air tujuan Letung, Rabu (23/01/2019) saat diwawancarai Tribunbatam.id usai melakukan check in.

Kekecewaan Rio yang turut bersama 3 rekannya ini saat tarif bagasi yang harus dibayarakan sebesar Rp 1,07 jutaan.

"Demam kita ini bayar bagasinya, ditimbang beratnya 43 kilogram. Jadinya patungan ini bayarnya, pinjam sama teman yang lain," ucapnya.

Penumpang lainnya, Setiawan juga merasa keberatan dengan penerapan ini. Ia merasa sosialisasi masih dirasakan kurang.

"Memang sudah ada di beberapa media yang menerbitkan terkait pemberlakuan tarif ini, cuma masih belum maksimal. Soalnya belum secara detail kami masyarakat mengetahui," katanya.

VIDEO - Kapolresta Barelang Ajak Milenial Mendukung Road Safety Menuju Zero Accident

VIDEO - Lihat Keseruan Study Tour TK Kurnia Happy Valley ke Kantor Tribun Batam Yuk!

VIDEO - Bagasi Bayar, Harga Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Sepi, Simak Curhatan Para Porter Ini

VIDEO - Yulia Ultri Diana Effendi, Mahasiswi Unrika Ini Wakili Kepri di Ajang Liga Dangdut 2

VIRAL DI MEDSOS - Seorang Kurir Nekat Antar Paket Milik Pengantin Sampai Pelaminan

Ia pun dengan nada mengeluh juga harus membayarkan tarif bagasi sebesar Rp 200 ribuan dengan berat barang bawaan 9 kilogram.

"Padahal yang di koper itu cuman bawa pakaian aja, tapi ya mau gimana lagi, udah aturannya, kita mana bisa ngapa-ngapain lagi," ujarnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah agar lebih peduli terhadap nasib warganya, dengan membuat kebijakan untuk tidak memberlakukan tarif bagasi ini.

"Kalau orang banyak uang mah enak aja, gak pusing keluarin dana sekian sekian. Kalau kayak kita pekerja buruh gini pasti mikir lah pengeluaran banyak gini. Apalagi kalau ada musibah saudara yang meninggal, kan pasti perlu pakai transportasi yang cepat, kalau kayak gini, bukan membuat transportasi yang memudahkan bagi masyarakat, tapi malah menambah beban masyarakat," katanya. (dra)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved