Breaking News:

TIMNAS INDONESIA

BERITA TIMNAS - Simon McMenemy Bicara Soal Pemain Naturalisasi di Timnas: Jangan Seperti Filipina

Simon McMenemy menilai pemain timnas juga harus bisa menjadi "role model", tidak cuma unggul dari segi teknik, tapi juga sikap dan kedisiplinan

TWITTER/PSSI
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengontrak Simon McMenemy sebagai pelatih tim nasional Indonesia hingga Desember 2020. 

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy menyatakan penggunaan pemain naturalisasi di timnya tak akan sama dengan yang diterapkan di Filipina.

Pasalnya, kata McMenemy, penggunaan pemain naturalisasi di Filipina menciptakan kesenjangan antara pemain dan suporter.

Beberapa tahun silam, McMenemy memang pernah tercatat menangani timnas Filipina.

Dia mengantarkan negara tersebut ke semifinal Piala AFF 2010 dengan sejumlah pemain “asing”.

"Kami tidak ingin (naturalisasi) seperti Filipina karena akan terjadi jarak antara suporter dan pemain nasional. Sebab, pemain nasional harus menjadi kebanggan suporter," kata McMenemy di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Skuat timnas Filipina tercatat memang diperkuat mayoritas pemain naturalisasi.

Penggunaan pemain naturalisasi sebenarnya juga dilakukan Timnas Indonesia. Namun, jumlahnya tak semasif yang dilakukan Filipina.

Untuk komposisi pemain di timnas nantinya, McMenemy menyatakan akan menyusunnya sesuai kebutuhan. Selain itu, tak kalah penting pemain yang dipilih juga harus menjadi kebanggaan Indonesia.

"Butuh keseimbangan antara pemain-pemain naturalisasi dengan pemain yang bukan," ujar pria asal Skotlandia itu.

Soal krisis striker lokal

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy, menyampaikan pendapat terkait krisis penyerang lokal dalam persepakbolaan nasional.

Menurut SimonMcMenemy, masalah tersebut tak cuma terjadi di Indonesia.

Hal itu juga di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

McMenemy menilai, krisis penyerang lokal merupakan imbas dari keinginan klub-klub di kompetisi lokal untuk jadi juara.

"Karena berkompetisi di level teratas, klub-klub ingin menang dan solusinya menggunakan penyerang asing," kata McMenemy di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Menurut McMenemy, dirinya pernah menyampaikan seputar permasalahan tersebut ke PSSI.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menyebut pihaknya tengah menggodok strategi khusus untuk mengatasi hal tersebut.

Menurut Tisha, PSSI akan mengumumkan strategi tersebut pekan depan, bersamaan dengan pengumumkan tim kepelatihan McMenemy.

Sebagai informasi, daftar pencetak gol terbanyak Liga 1 dalam dua musim terakhir selalu dikuasai penyerang asing.

Khusus pada Liga 1 2018, hanya ada satu penyerang lokal yang masuk 10 besar pencetak gol terbanyak Liga 1 2018.

Dia adalah Samsul Arif dari Barito Putera dengan 14 gol dan hanya menempati peringkat delapan.

Sementara itu, di Timnas, Indonesia mengandalkan duet pemain naturalisasi, Alberto Goncalves dan Stefano Lilipaly pada perhelatan Piala AFF 2018 silam.

Padahal, khusus Alberto, usianya kini sudah menginjak 38 tahun.

Penyerang lokal terakhir kali merajai daftar pencetak gol terbanyak terjadi pada Indonesia Super League 2013.

Ketika itu, gelar top skor disabet penyerang Persipura Jayapura asli Papua, Boaz Solossa. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapat McMenemy soal Krisis Penyerang Lokal di Indonesia" 

Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved