BATAM TERKINI

BPOM Kepri Sita 2.288 Kosmetik Ilegal yang Dijual Secara Online di Media Sosial, Ini Penjelasan BPOM

Diawal tahun 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri di Batam menyita sebanyak 2.288 picis kosmetik ilegal yang dijual melalui medsos.

BPOM Kepri Sita 2.288 Kosmetik Ilegal yang Dijual Secara Online di Media Sosial, Ini Penjelasan BPOM
ISTIMEWA/BPOM Kepri
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau menyita sebanyak 2.288 pcs kosmetik ilegal yang dijual melalui online shop di Batam. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) di Batam menyita sebanyak 2.288 picis kosmetik ilegal yang dijual melalui online kepada masyarakat.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Diawal tahun 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) di Batam menyita sebanyak 2.288 picis kosmetik ilegal yang dijual melalui online.

Dari 2.288 picis kosmetik ilegal yang disita tersebut, terdiri dari 167 jenis kosmetik dengan taksiran nilai Rp 150 juta.

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan yang dikonfirmasi Tribun membenarkan pengungkapan dan penyitaan tersebut di sebuah rumah di kawasan Batam Center pada Kamis (24/1).

Dikatakannya, sampai saat ini masih ditangani oleh PPNS BPOM di Batam untuk dilakukan proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kita masih lakukan penyidikan untuk pengembangan oleh PPNS BPOM. Beberapa saksi termasuk pemilik rumah juga kita mintai keterangan," katanya, Senin (28/1/2019).

Biasa Dijual Online, BPOM Kepri Sita Ribuan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 150 Juta Hasil Razia di Batam

Truk Alami Rem Blong dan Hantam Benteng Pengaman, Tukang Ojek Ini Bersyukur Selamat dari Maut

Hasil Babak Pertama Iran vs Jepang di Semifinal Piala Asia 2019, Belum Ada Gol, Skor Imbang 0-0

Disebutkannya, upaya penertiban kosmetik ilegal akan terus dilakukan oleh BPOM Batam terpadu dengan stakeholder, bukan hanya pada sarana yang melakukan penjualan produknya secara konvensional (distributor, toko, konter,) namun termasuk sarana penjualan yang menggunakan media daring atau online.

"Terlebih di era digital saat ini, penjualan produk secara online sudah menjadi bagian dari tuntutan zaman. Kepada para pelaku usaha dan konsumen, kita mengimbau untuk selalu memastikan produk telah terdaftar di BPOM karena telah melalui evaluasi mutu dan keamanan," sebutnya.

Bagi pelaku pelanggaran pun akan dikenakan sanksi sesuai Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 197 yaitu pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Hasil pengungkapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) di Batam terkait kosmetik ilegal yang diperjualbelikan melalui media sosial menjadi perhatian serius.
Sebab penjualan kosmetik tanpa izin BPOM melalui media sosial tentunya juga mengancam kesehatan para konsumen yang membelinya.

Halaman
12
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved