TANJUNGPINANG TERKINI

Pelaku Illegal Fishing Dominasi Penghuni Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang, Jumlahnya 122 Orang

"Tahun 2019 ini sudah ada 6 orang asing atau Deteni yang kita deportasi. Diantaranya ada dari Ghana, Pantai Gading, Myanmar dan Nigeria," katanya

Pelaku Illegal Fishing Dominasi Penghuni Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang, Jumlahnya 122 Orang
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Kepala Rudenim Tanjungpingpinang Yani Firdaus (kiri) 

"Dari jumlah 149 orang Deteni di Rudenim, didominasi para pelaku illegal fishing. Jumlah pelaku illegal fishing saja kemarin dari Tarempa, Ranai dan wilayah lainnya sebanyak 122 orang"

KEPALA RUDENIM TANJUNGPINANG YANI FIRDAUS

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Permasalahan hukum baik imigrasi dan juga illegal fishing di Kepri masih terus saja terjadi.

Salah satunya jumlah mereka yang kini menghuni Rumah Detensi imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang mencapai 149 orang Deteni.

Deteni merupakan orang asing penghuni Rudenim yang telah mendapatkan keputusan pendeteksian dari pejabat imigrasi sesuai pasal 1 ayat 35 undang-undang nomor 6 tahun 2011.

Dimana yang dimaksud Deteni yakni orang yang bermasalah akibat pelanggaran seperti halnya imigrasi, illegal fishing maupun pelanggaran lainya.

"Dari jumlah 149 orang Deteni di Rudenim, didominasi para pelaku illegal fishing. Jumlah pelaku illegal fishing saja kemarin dari Tarempa, Ranai dan wilayah lainnya sebanyak 122 orang," kata kepala Rudenim Tanjungpingpinang Yani Firdaus dikonfirmasi di Tanjungpinang, Selasa (29/1/2019).

Jumlah pelaku illegal fishing seakan tidak ada habisnya.

Kisah Cinta Jokowi dan Iriana Terungkap di Ini Talkshow NET TV, Andre Isengin Sule

PIALA INDONESIA - Rekap Hasil Leg I Piala Indonesia, Sejumlah Klub Liga 1 Tumbang, Persija Pesta Gol

Park Min Young Dan Kim Jae Wook Konfirmasi Untuk Komedi Romantis Baru, Ini Judulnya !

Mulan Jameela Unggah Zikir Tentang Pasrah untuk Kuatkan Ahmad Dhani di Penjara

Kepri masih menjadi lahan empuk bagi warga asing perbatasan yang dengan sengaja maupun tidak mengais rezeki dari sumber daya alam Nusantara akan kekayaan ikan.

Menurutnya langkah cepat imigrasi juga segera dilakukan dalam hal deportasi.

Tentunya setelah proses hukum mereka telah rampung di Kepri. Namun di awal tahun ini pihaknya sudah memulangkan atau mendeportasi para Deteni ke negara asalnya.

"Tahun 2019 ini sudah ada 6 orang asing atau Deteni yang kita deportasi. Diantaranya ada dari Ghana, Pantai Gading, Myanmar dan Nigeria," tuturnya.

Sedangkan itu Raja Mansyur wakil ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kepri mengatakan pemerintah harus lebih berperan lebih kuat dalam melaksanakan tindakan pencegahan terhadap para nelayan asing yang terus menggerogoti kekayaan laut Indonesia.

"Mereka yang mencoba mengkomersilkan habitat laut harus ditindak tegas PSDKP (Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan petugas yang berwenang. Ibu Susi sudah bertindak tegas tenggelam ini kapal. Tapi nyatanya kan masih banyak," kata Raja Mansyur.

Mulai 8 Februari 2019 Bagasi Citilink Harus Bayar, Ini Alasan Citilink

Reaksi Maia Estianty saat Ahmad Dhani Dipenjara, Tulis Pesan ke Anak: Jangan Lembek

Sedang Tidur Lelap saat Hujan, Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor

Selain menteri yang telah memberi sikap tegasnya, pemerintah didaerahnya juga harus mencari trobosan dalam berperan memerangi illegal Fhising.

"Harus ada upaya sikap berani dari pemerintah daerah. Sehingga tidak ada kerugian negara," tutupnya. (wfa)

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved