BATAM TERKINI

41 Titik Jemput Taksi Online Ditetapkan, Ini Sanksi Bagi Driver yang Melanggar Kesepakatan

Saat ini, penumpang taksi online tak bisa lagi order secara bebas karena sudah ada titik jemputnya. Jika dilanggar ini sanksi yang akan dijatuhkan.

41 Titik Jemput Taksi Online Ditetapkan, Ini Sanksi Bagi Driver yang Melanggar Kesepakatan
TRIBUNBATAM.ID/WAHYU INDRIANTO
Daftar titik jemput taksi online di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Saat ini, sudah terjadi kesepakatan antara sopir taksi konvensional dan driver taksi online terkait titik jemput bagi driver taksi online untuk mengambil penumpang di Batam.

Ada 41 titik jemput penumpang di Batam yang harus dipatuhi oleh para driver taksi online.

Apalagi, saat ini taksi online yang beroperasi di Batam masih belum mengantongi legalitas terkait izin operasionalnya. Sehingga diatur titik-titik penjemputan penumpang transportasi berbasis aplikasi berdasarkan kesepakatan bersama pihak terkait.

"Jelang keluar izin badan usahanya, dalam jangka pendek diaturlah titik-titik ini berdasarkan kesepakatan antara perwakilan taksi konvensional dan taksi online. Kan ada beberapa persyaratan itu yang harus dilengkapi. Dari STNK dan sebagainya. Kita menunggu realisasi kebijakan dari Permenhub yang baru," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi, Selasa (29/1/2019).

Lantas bagaimana jika titik penjemputan penumpang ini dilanggar, apa sanksinya?

Rustam mengatakan, tetap ada sanksi hukum bagi si pelanggar.

Ternyata Ini Penyebab Harga Tiket Penerbangan Domestik Mahal Dibanding Internasional

Ini Dia Foto Terakhir Ifan Seventeen dan Dylan Sahara 20 Menit Sebelum Diterjang Tsunami

Video Viral Hari Ini Petani Beli Toyota Rush Terbaru Pakai Uang Receh, Dibayar Tunai

Nur Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan Sejak 2017, Dirayu Uang Jajan Rp 2.000

Diharapkan tidak ada ribut-ribut lagi soal penumpang ini di lapangan, antara sopir taksi konvensional dan sopir taksi online.

"Kalau sopir taksi konvensional melihat sopir taksi online menjemput tidak di titik yang disepakati, difoto saja kendaraannya. Setelah itu kirim fotonya ke Dishub dan polisi," katanya.

Dari situ pihak kepolisian bisa mengambil tindakan untuk menilang kendaraannya, sampai dilakukan penahanan, dan lain sebagainya.

"Kami imbau kepada masyarakat supaya paham dengan titik-titik lokasi penjemputan ini. Jangan sampai ikut memacu hal yang tak enak di masyarakat," ujar Rustam.

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved