Sejak SD Cinta Persija, Akhirnya Impian Dwi Bertemu Bambang Pamungkas Terwujud
Dwi, seorang penggemar Persija sejak SD akhirnya bisa mewujudkan impiannya bertemu Bambang Pamungkas dan mendapatkan tandatangannya.
Laporan Tribun Batam Dipa Nusantara
TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Rabu (30/1/2019) sore, para pemain Persija terlihat memasuki Stadion Gelora Citramas Batam untuk menjalani sesi latihan sebelum menghadapi pertandingan babak 32 besar leg kedua melawan 757 Kepri Jaya, esok hari.
Ada yang menarik terlihat di depan pintu masuk stadion tersebut. Seorang perempuan terlihat menangis ketika bus para pemain Persija berhenti.
Dwi, nama perempuan tersebut, tidak sabar untuk melihat tim kesayangannya ini berlatih.
"Sejak SD cinta saya untuk Persija muncul. Khususnya ketika Bepe kembali ke tim ini dari Selangor," ujar Dwi kepada TRIBUNBATAM.ID, sambil menitikkan air matanya.
Dwi menuturkan bahwa dirinya datang langsung dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sejak jam 9 pagi, Rabu (30/1/2019).
"Saya datang sendiri dari jam 9 tadi menunggu mereka. Saya juga menunggu Bepe, idola saya yang sudah lama saya impikan untuk bertemu," ujarnya sambil menunjukkan secarik kertas yang berisi harapan acara dapat bertemu Bambang Pamungkas.
Ketika bus para pemain Persija tiba, Dwi tidak dapat menahan air matanya. Ia berteriak histeris menyebut nama Bambang Pamungkas.
• LIVE STREAMING Persija Jakarta Jalani Latihan Jelang Pertandingan Melawan 757 Kepri Jaya
• Jelang 757 Kepri Jaya vs Persija - Persija Jakarta Jalani Latihan di Stadion Temenggung Abdul Jamal
• Jelang 757 Kepri Jaya vs Persija Jakarta, Tiket Sudah Bisa Dibeli di Stadion Gelora Citramas
• Ini Tempat Pesan Tiket Pertandingan 757 Kepri Jaya vs Persija di Batam, Mulai Rp 30 Ribu
"Om, saya ngefans. Boleh minta foto dan tanda tangan om," ujarnya kepada Bambang Pamungkas ketika turun dari bus pemain.
Dwi terharu dan kembali menitikkan air matanya ketika sesi foto dan pemberian tanda tangan telah usai.
TRIBUNBATAM.ID mendapat kesempatan untuk berbincang dengannya.
"Seperti yang saya bilang tadi, saya cinta Persija sejak SD. Cinta saya juga untuk Bepe," ucapnya sambil menyeka air mata di pipi imutnya.
Dwi mengaku sudah dari umur delapan tahun mencintai Persija, terlebih ketika Bambang Pamungkas kembali dari Selangor FC. Bagi Dwi, cinta tersebut semakin bertambah karena Bambang Pamungkas merupakan sosok motivator bagi dirinya.
FOLLOW JUGA :
"Bepe itu wow banget bagi saya. Terlebih Bepe juga muncul sebagai motivator dengan menulis buku yang saya koleksi dan telah selesai saya baca," ujarnya lagi.
Bagi Dwi, mencintai Persija juga tidak harus selalu identik dengan kekerasan dan sikap yang brutal.
"Siapa bilang semua The Jakmania itu brutal? Itu salah. Saya dan ribuan orang diluar sana tentunya tidak sepakat dengan pernyataan itu," ucapnya dengan tegas.
Dwi menambahkan kecintaannya itu justru menjadi motivasi baginya untuk terus berbuat hal-hal yang positif.
"Saya itu menulis seluruh mimpi saya di kertas ini. Dan akhirnya terwujud untuk bertemu Persija, khususnya Bepe," ujarnya sambil menunjukkan kertas harapan miliknya.
• Gaya Aduhai Jessie Amalia, The Jak Angel yang Klarifikasi Kabar Jadi Saksi Prostitusi Online
• Jessie Amalia Klarifikasi soal Kabar Saksi Prostitusi Online yang Seret Vanessa Angel
Sejak Piala Indonesia bergulir, Dwi sudah sangat berharap Persija Jakarta dapat bertemu dengan 757 Kepri Jaya. Harapan ini tentunya agar ia bisa mewujudkan mimpinya untuk bertemu Persija dan Bambang Pamungkas.
"Sejak undian babak 32 besar dilakukan, saya sudah harap-harap cemas. Alhamdulillah, saya bersorak riang ketika Persija ditakdirkan untuk bertemu 757 Kepri Jaya," ucapnya sambil tertawa.
Mahasiswa STIE Tanjungpinang yang masih berusia 20 tahun ini mengakui bahwa keinginannya untuk bertemu Bambang Pamungkas dan Persija Jakarta ini awalnya tidak direstui oleh kedua orangtuanya.
"Saya sebenarnya ingin datang langsung jika Persija main diluar Batam atau Kepri, tapi gimana, orang tua tidak setuju. Main di Batam saja tidak dibolehkan datang," ucapnya.
Namun, keinginan yang kuat Dwi tadi akhirnya dimaklumi oleh kedua orangtuanya.
Harapan Dwi, semoga seluruh pencinta sepakbola tanah air selalu dapat menunjukkan sikap yang sportif dan hal positif lainnya. Tentunya harapan sederhana ini menurut Dwi, juga akan kembali menaikkan citra sepakbola Indonesia.
"Saya cinta Persija dan Bepe. Saya berharap para pecinta sepakbola juga bisa baik-baik saja untuk memajukan citra sepakbola tanah air," ujarnya menutup pembicaraan. (dna)