Breaking News:

IMLEK 2019 - Cara Pembuatan Lampu Lampion, Sampai Dipercaya Mengusir Roh Jahat

Menjelang peringatan Imlek 2019, salah satu ornamen yang wajib di pajang adalah Lampion merah alias lentera.

Editor: Eko Setiawan
INSTAGRAM/@joeluluk
Sejarah Lampion, Ternyata Berasal dari Zaman Dinasti Han Timur Kuno 

Sampai hari ini, lentera terus menjadi simbol budaya tradisional Tiongkok dan populer, serta memainkan peran penting dalam perayaan dan upacara.

Namun, lampion bukan melulu untuk Imlek, melainkan dipilih sebagai dekorasi rumah orang asing yang terpesona budaya China.

Begitu juga bahan lampion terus berkembang dan berubah dari kertas, kain, dan kawat.

Warna dan bentuk lentera pun berubah menjadi berbeda dan bervariasi.

Sejarah panjang berusia 1800 tahun, membuat pengerjaan lentera Tiongkok terus mengalami perubahan dan penyempurnaan.

Kombinasi antara keterampilan membuat lukisan Tiongkok, memotong kertas, seni kertas, sulaman, dan fungsi pencahayaan.

Bahan-bahan untuk membuat lentera Tiongkok meliputi bambu, kayu, rotan, jerami, tanduk binatang, logam, sutra, dan damask.

Kadang-kadang lentera China bersifat simbolis.

Contohnya, lentera bambu biasanya digunakan untuk upacara pemakaman.

Lentera yang digantung di kuil berwarna kuning, melambangkan ketenangan dan kedamaian.

Lentera merah merupakan lentera istana dijadikan simbol pernikahan dan perayaan.

Beda wilayah beda lampion

Ada lima kategori lampion Tiongkok yakni lampion istana, lampion kasa, lampion bambu, lampion nama keluarga dan lampion gantung.

Bentuk lentera pun bervariasi mulai dari sosok manusia, pemandangan, bunga, binatang, dan ikan.

Lentera Zou Ma Deng dihiasi lingkaran kuda kertas yang disukai semua lapisan masyarakat.

Lentera pun berbeda secara geografis yakni ada gaya Beijing, gaya Suzhou, gaya Fuzhou, dan gaya Quanzhou.

Istana Beijing

Dua gaya lentera paling terkenal berasal dari Ibu Kota Beijing di China Utara, dan Suzhou di China Timur.

Seperti namanya, lentera istana digantung di istana kerajaan.

Lentera istana dibuat dari kayu tipis sebagai kerangka, kemudian ditutup kain dan kaca.

Lentera istana Beijing dianggap karya seni tradisional terbaik menggunakan kayu rooswood sebagai kerangka, sutra, dan kaca bermotif.

Selain berfungsi sebagai pencahayaan, lentera istana juga menjadi koleksi berharga bagi kolektor lentera Tiongkok.

Lentera itu digantung di aula atau kamar luas lainnya untuk menambah suasana antik.

Berbeda dengan lentera istana Beijing, lentera gaya Suzhou biasanya memiliki gaya pedesaan.

Lampion ini membanggakan sejarah yang dihormati dari waktu ke waktu sebagai seni keindahan nan halus.

Pada awal Dinasti Song, lampion berkembang menjadi industri kerajinan individu di daerah tersebut.

Lentera Suzhou memiliki berbagai tampilan, mulai dari burung, bunga, dan ikan hingga paviliun, teras, menara, bahkan figur manusia.

Lentera Suzhou terkenal memiliki berbagai warna, pemrosesan halus, berstruktur cerdas, patung indah, dan keagungan.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Lampion Dipercaya Bisa Mengusir Roh Jahat, Ini Sejarah hingga Cara Membuat Lampion, http://bangka.tribunnews.com/2019/01/31/lampion-dipercaya-bisa-mengusir-roh-jahat-ini-sejarah-hingga-cara-membuat-lampion.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved