BATAM TERKINI

Tak Boleh Berkendara Pakai GPS dan Terancam Denda Rp 750 Ribu, Ini Komentar Driver Ojol di Batam

Pemerintah melarang penggunaan GPS selama berkendara dan bagi yang melanggar terancam kena denda Rp 750 ribu, ini komentar driver ojol di Batam.

Tak Boleh Berkendara Pakai GPS dan Terancam Denda Rp 750 Ribu, Ini Komentar Driver Ojol di Batam
thrumylens.org
Ilustrasi penggunaan GPS saat berkendara 

Laporan Wartawan Tribunbatam.id : Nabelle Hastin

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Larangan penggunaan GPS saat berkendara di jalan raya belakangan menjadi pembicaraan hangat.

Apalagi setelah Mahkamah Agung (MK) menolak gugatan uji materi Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan terkait penggunaan GPS di telepon seluler saat berkendara Rabu (30/1/2019) lalu.

Lantas bagaimana dengan transportasi online yang selama ini banyak mengandalkan penggunaan GPS dalam aktivitasnya di jalanan?

Heri, seorang ojek online mengaku sangat keberatan dengan larangan penggunaan GPS saat berkendara tersebut.

“Sangat keberatan sekali. Apalagi kita antar pesenan atau jemput konsumen via aplikasi. Kalau nggak boleh pakai GPS, susahlah. Pakai GPS aja kadang kita masih nyasar, apalagi nggak pakai,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Sabtu (2/2/2019).

Selain Heri, Bayu seorang drivel ojol lain juga mengemukakan hal yang serupa.

Kisah Ira Marcellia Citra Si Ojol Cantik, Pernah Diajak Nikah Sampai Alami Pelecehan Seksual

Ingin Mengabdi Pada Negara Tapi Tak Dapat Tempat, Pria Lulusan Jerman Ini Terpaksa Jadi Driver Ojol

Kisah Driver Ojol Dapat Mini Cooper Rp 12.000 Saat Harbolnas:Sekali-kali Ajak Istri Naik Mini Cooper

Ditusuk Orang Tak Dikenal hingga Tembus Paru-paru, Begini Nasib Seorang Driver Ojol di Bali

“Sebenernya tahu resiko pakai GPS saat berkendara memang tidak baik. Tapi balik lagi kita kan kerja di sini yang sistemnya pake aplikasi. Kecuali ada solusi nya selain pakai GPS pakai apa yang nggak menyulitkan kita sebagai driver online,” ujar pria yang telah bekerja 1,5 tahun menjadi driver ojol ini.

Sebelumnya, pihak Toyota Soluna Community dan pengemudi transportasi online mengajukan gugatan atas Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ pada Maret 2018.

Pasal tersebut mengatakan orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib membawa kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentasi.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved