MOTOGP

LIVE STREAMING Peluncuran Motor Baru Yamaha untuk MotoGP Musim 2019

Di salah satu hotel berbintang di Jakarta, peluncuran akan menghadirkan langsung duet pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales

"Jika pebalap kami bagus, kami akan membiarkan mereka, karena kami ingin mereka menang," lanjutnya.

Dengan begitu, akan ada persaingan yang sengit antara tim pabrikan Yamaha dan satelitnya pada MotoGP 2019.

Petronas Yamaha SRT sendiri juga memiliki target untuk menjadi tim independen terbaik pada musim 2019.

Adapun tim yang berasal dari Malaysia itu baru saja melakukan presentasi tim pada 28 Januari 2019.

Para pebalap MotoGP akan kembali melakukan uji coba di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 6-8 Februari 2019.

Rotasi tim, bukan revolusi tim

Bukan rahasia lagi jika Valentino Rossimenginginkan revolusi dalam tubuh Yamaha.

Hal itu tak lepas dari krisis yang melanda Yamaha sejak pertengahan musim 2017 hingga sekarang.

Bahkan pada MotoGP 2018, Valentino Rossi dan Maverick Vinaleshanya mampu meraih satu kemenangan bagi Yamaha.

Atas dasar itulah pebalap berjuluk The Doctor itu meminta Yamaha untuk melakukan revolusi dalam struktur tim.

Yamaha memang sudah melakukan perombakan dalam tim, yakni dengan mengganti Pimpinan Proyek Yamaha, Kouji Tsuya, dengan Takahiro Sumi.

Adapun Takahiro Sumi sebelumnya merupakan kepala divisi sasis.

Presiden Yamaha Motor Racing, Kouichi Tsuji, sendiri menilai bahwa rotasi yang dilakukan organisasinya adalah hal biasa.

"Kepala proyek yang baru adalah apa yang kami sebut pemimpin grup MotoGP dan namanya adalah Takahiro Sumi. Dia adalah seorang desainer sasis," kata Kouichi Tsuji yang dikutip BolaSport.com dari Crash.net.

Menurut Tsuji penggantian tersebut bukanlah merupakan sebuah hal yang spesial lantaran Yamaha sudah berulang kali melakukannya.

"Berkali-kali kami harus melakukan rotasi untuk berpikir soal perkembangan di masa depan," tutur Tsuji.

"Rotasi ini tak ada yang spesial. Ini justru sangat normal," ujar dia.

Tentunya, Rossi berharap pabrikan berlogo garpu tala itu bisa menemukan solusi dari permasalahan yang dialami Yamaha.

Hal itu jika Yamaha tidak ingin kembali kalah dari Honda dan Ducati yang semakin jauh berada di depan. (*)

Penulis: nandrson
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved