TANJUNGPINANG TERKINI

Sentra Gakkumdu Serahkan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye ke Polres Tanjungpinang, Ini Sebabnya

Maka pada hari Jumat, 1 Februari 2019, Bawaslu secara resmi menyerahkan berkas laporan ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan proses penyidikan.

Sentra Gakkumdu Serahkan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye ke Polres Tanjungpinang, Ini Sebabnya
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Suasana rapat unsur Gakumdu di kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, Sentra Gakkumdu Kota Tanjungpinang memutuskan terdapat pelanggaran kampanye di salah satu tempat pendidikan di Tanjungpinang.

Halk itu tertuang dalam laporan dengan nomor register: 02/LP/PL/Kot/10.01/I/2019.

Diduga pelanggaran dilakukan salah satu calon Legislatif DPRD Kota Tanjungpinang Nomor Urut 2 Dapil 1 Tanjungpinang Barat-Kota, Inisial RMP dari Partai PSI Nomor 11 dinyatakan cukup alat bukti dan terpenuhi unsur pidana.

Sehingga pihaknya melanjutkan ke tahap penyidikan Kepolisian.

Muhamad Zaini, Pengarah Sentra Gakkumdu unsur Bawaslu menjelaskan keputusan yang diambil dalam agenda Pembahasan Kedua Sentra Gakkumdu yang terdiri atas Bawaslu Kota Tanjungpinang, Kepolisian dan Kejaksaan, sesuai dengan Perbawaslu 31 Tahun 2018 tentang Sentra Gakkumdu.

Nekat ! Fanboy Ini Lamar Jennie BLACKPINK Saat Konser, Begini Reaksi Jennie

Cara Mudah Memilih Ponsel Android Biar Jangan Salah Membeli, Ikuti Tips-tips ini

Evaluasi Pelatih Indra Sjafri Atas Hasil Timnas U22 Indonesia Raih Imbang 1-1 Lawan Bhayangkara FC

VIRAL DI MEDSOS - Ditangkap Polisi, 2 Preman Minta Maaf Lewat Instagram dan Ajak Semua Preman Tobat

"Dua pembahasan bertujuan untuk melakukan kajian terhadap hasil penyelidikan, apakah memenuhi unsur tindak pidana pemilu atau tidak.

Setelah dilakukan penyelidikan 14 hari dengan melakukan klarifikasi kepada pelapor, terlapor, saksi terkait, pemeriksaan dan kajian kasus dengan berbagai fakta dan data, akhirnya menilai bahwa kasus dugaan kampanye di tempat pendidikan tersebut cukup alat bukti sehingga dapat ditindaklanjuti ke tahap penyidikan," kata Zaini dikonfirmasi di Tanjungpinang Rabu (7/2/2019).

Secara administrasi Bawaslu telah mengumumkan hasil penyelidikan tersebut di papan pengumuman kantor Bawaslu Kota.

Koordinator Sentra Gakkumdu Unsur Bawaslu, Maryamah menjelaskan usai melakukan pembahasan kedua, Bawaslu melakukan rapat pleno tentang status laporan, diputuskan bahwa laporan dapat diteruskan ke tahap penyidikan.

Maka pada hari Jumat, 1 Februari 2019, Bawaslu secara resmi menyerahkan berkas laporan ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan proses penyidikan.

"Jika hasil penanganan pelanggaran terbukti melakukan larangan kampanye di lembaga pendidikan, maka yang yang bersangkutan caleg terduga tersebut terancam kena pidana pemilu."

Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, bagian Larangan Kampanye pada Pasal 280 Ayat 1 Poin h, dijelaskan bahwa; "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan," kata Maryamah.(wah)

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved