DAMPAK TIKET PESAWAT MAHAL

Industri Wisata Terpukul Kebijakan Maskapai, Disbudpar Batam Bakal Surati Kemenhub

Pelaku industri wisata Batam mengeluhkan anjloknya omset atau tingkat hunian hotel pada Disbudpar. Rencananya, Kadisbudpar akan menyurati Kemenhub.

Industri Wisata Terpukul Kebijakan Maskapai, Disbudpar Batam Bakal Surati Kemenhub
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Sejumlah penumpang terlihat di bandara Hang Nadim Batam, Rabu (23/1/2019). 3 maskapai dikabarkan membatalkan penerbangan karena penumpang sepi. 

Industri Wisata Terpukul Kebijakan Maskapai, Disbudpar Batam Bakal Surati Kemenhub

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menurunnya jumlah penumpang pesawat udara akibat dampak penerapan bagasi berbayar dan melambungnya harga tiket pesawat, cukup membuat para pelaku wisata di Batam terpukul.

Mereka mengeluhkan adanya penurunan daya beli, baik dari sisi omset maupun tingkat okupansi hotel. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

"Ya, tingginya harga tiket pesawat, termasuk penerapan bagasi berbayar sangat berdampak bagi pariwisata kita. Dari sisi belanja, oleh-oleh. Dari amenitas, hotel, tingkat okupansinya juga turun," kata Ardi kepada Tribun, Jumat (8/2/2019).

Para pelaku wisata di Batam telah mengadukan persoalan ini kepada Disbudpar. Mereka berharap, persoalan tersebut bisa segera diatasi dan pariwisata Batam bisa kembali menggeliat.

Disbudpar juga berharap persoalan ini tak berlarut-larut. Karena bisa berdampak luas pada sektor-sektor usaha lainnya di Batam.

Termasuk dari sisi pendapatan asli daerah (PAD). Seperti diketahui, hotel, restoran dan tempat hiburan, termasuk penyumbang pajak terbesar bagi PAD Batam.

"Semuanya berdampak. PAD kita bisa turun," ujarnya.

Karena itu, tak tinggal diam, dalam waktu dekat ini Disbudpar akan menyurati kementerian terkait. Terutama di Kementerian Perhubungan.

"Kita akan surati dulu. Kita minta audiensi. Kita minta harga tiket kompetitif. Termasuk dengan penerapan bagasi berbayar. Kita yakin pemerintah akan bijaksana," kata Ardi.

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved