Tak Mau Pariwisata Ambruk, Pemko Batam Kirim Surat ke Presiden Terkait Bagasi Berbayar Lion Air

"Kita sudah kirim suratnya, minta peninjauan kembali. Karena setelah kita evaluasi beberapa seat di pesawat cukup signifikan penurunannya," katanya

Tak Mau Pariwisata Ambruk, Pemko Batam Kirim Surat ke Presiden Terkait Bagasi Berbayar Lion Air
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad. TRIBUN BATAM/ENDRA KAPUTRA 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah menyurati Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk dilakukan peninjauan kembali kebijakan bagasi berbayar yang disahkan oleh Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengakui sudah mengirimkan suratnya, Senin (11/2/2019) lalu.

"Kita sudah kirim suratnya untuk meminta melakukan peninjauan kembali. Karena setelah kita evaluasi beberapa seat di pesawat cukup signifikan penurunannya," ujar Amsakar kepada Tribun, Selasa (12/2/2019).

Apalagi Pemko Batam saat ini sedang mendesign Batam sebagai kota pariwisata, dan menjadi salah satu tujuan wisata andalan.

"Alhamdulilah kemarin itu naik sampai 350an ribu wisatawan, maka kita tidak ingin kalau kemudian kebijakan ini justru malah memukul iklim kepariwisataan itu," kata Amsakar.

Nasib Satpol PP dan Petugas Pemadam Kebakaran di Anambas Memprihatinkan, Begini Kondisinya

SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Newcastle Jets vs Persija Jakarta di Fox Sports 1 Mulai 15.00 WIB

Sinopsis Drama Korea Whats Wrong With Secretary Kim Episode 12, Young Joon Ungkap Masa Kecilnya

Malam Sebelum Dibunuh, Fitri Sempat Jalan dengan Pacarnya, Tetangga: Fitri Terlihat Cantik

Pihaknya tinggal menunggu jawaban kebijakan yang diambil secara nasional. Apakah dihapus atau dicari kebijakan lainnya.

Sebelumnya Senin (11/2/2019) lalu sejumlah forum pelaku pariwisata Kepri menggelar pawai keprihatinan pariwisata dengan hastag #BatamUntukIndonesia.

Pawai ini berlangsung seperti menggunakan baju adat daerah masing-masing.

Pawai ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Dimulai dari Bundaran Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kantor DPRD Kota Batam dan Kantor Wali Kota Batam.

"Dihadiri oleh 500 peserta. Diantaranya persatuan taksi, oleh-oleh, Asita, HPI. Hal ini mengingat pengunjung wisatawan berkurang di awal tahun ini," ujar Pelaku Usaha Oleh-Oleh, Manajer Operasional Villa Kek Pisang, Fauzan kepada Tribun.

Diakuinya menurunnya omset mereka merupakan faktor dari kebijakan maskapai bagasi berbayar dan tingginya harga tiket pesawat. Dalam hal ini, Fauzan berharap pemerintah bisa menstabilkan kondisi ini. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved