PEMBUNUHAN DI BATAM

Tunjukkan Baju Imlek Fitri, Sutiah Tak Kuasa Tahan Tangis Ingat Kenangan Bersama Korban

Sutiah, tetangga Fitri Yu, yang menjadi korban pembunuhan di rumahnya Perumahan YKB Bengkong Batam menangis saat memperlihatkan kenangan baju Imlek.

Tunjukkan Baju Imlek Fitri, Sutiah Tak Kuasa Tahan Tangis Ingat Kenangan Bersama Korban
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Sutiah, tetangga Fitri menunjukkan rancangan baju Imlek Fitri Yu sebelum ditemukan tewas bersimbah darah. 

Tetangga Sebelah Rumah Fitri Menangis Saat Kenangan Jahitan Baju Imlek Diperlihatkan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sutiah, tetangga Fitri Yu, yang menjadi korban pembunuhan di rumahnya Perumahan YKB Bengkong Batam menangis saat memperlihatkan kenangan baju jahitan permintaan Fitri saat Imlek.

Sutiah merupakan tetangga Fitri yang posisi rumah bersebelahan dengan tempat tinggal korban.

Air mata Sutia semakin tak terbendung saat melihat bentuk jahitaan baju imlek yang berwana hijau, coklat, biru itu.

Ia pun masih tak menyangka dengan musibah yang dialami korban, yang sudah dianggap sebagai anak sendiri ini.

"Udah 9 tahunan kita tetanggaan, dia (korban) itu udah kayak anak saya, dia anggap saya juga kayak ibunya sendiri, soalnya ibunya juga sudah lama meninggal,"ujarnya sambil menghapus air mata.

Selain itu, candaan korban semasa hidupnya yang paling diingat Sutiah adalah saat korban sering memfotokan keluarganya saat tidur.

Pembunuh Fitri Sempat Tanya Gas, Ayah Fitri : Saya Tak Kenal, Tapi Katanya Sudah Dendam 5 Tahun

Pacar Fitri Sempat Dicurigai Sebagai Pelaku, Ayah Fitri : Dia Anak Baik-baik, Tak Pernah Bertengkar

Jenazah Fitri Yu Sudah di Rumah Duka, Akan Dimakamkan Besok Di TPU Sambau

Pelaku Pembunuhan Fitri Ditangkap, Sebelum Membunuh, Tersangka Pernah Tanya Gas ke Orangtua Korban

FOLLOW JUGA :

"Orangnya itu suka becandaan, kadang ibu lagi tidur di ruang tamu di foto dia, abis tu dia tunjukin, mau liat gak artis tidur, gak sama saya aja, sama menantu , dan anak saya juga. Itu kenangan yang tak dilupakan," ucapnya kembali bersedih, yang juga tampak tetangga lain menangis.

Sutia beserta tetangga lainnya akan bergegas menuju rumah duka untuk memberikan rasa belasungkawa.

"Siang inilah ini kami mau ramai ramai ke sana, anak kami itu, gak nyangka aja," ujarnya kembali.

Halaman
1234
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved