Achmad Zaky Minta Maaf, Pendukung Jokowi Hentikan Boikot Bukalapak

"Penilaian Zaky di dalam cuitannya agak emosional tanpa mempertimbangkan konteks dan reaksi publik atas penilaian tergesa-gesa tersebut” imbuh Kastori

Achmad Zaky Minta Maaf, Pendukung Jokowi Hentikan Boikot Bukalapak
IST/Twitter @Achmad Zaky
CEO Bukalapak Achmad Zaky dan Presiden Jokowi saat ultah ke-9 Buklapak. Kanan: Twit Achmad Zaky yang menyulut kehebohan 

Karenanya, menurut dia, penilian prematur Zaky di dalam cuitannya tersebut tak semestinya direaksi oleh masyarakat.

Khususnya pendukung Jokowi, sebagai sebuah pretensi politik Pilpres dari Zaky secara an sich, sehingga platform e-commerce Bukalapak yang didirikannya itu ramai-ramai harus dibully dan bahkan harus “dimatikan”.

Terlebih lagi, kata dia, CEO Bukalapak itu juga sudah meminta maaf secara terbuka atas salah kata dalam cuitannya.

Karenanya, dia meminta masyarakat dan pendukung Jokowi pada khususnya untuk menghentikan serangan dan berbalik ke posisi semula bahwa Bukalapak termasuk aset potensial Indonesia yang harus dijaga demi memenangkan kompetisi global di bidang industri teknologi informasi.

“Harus dipahami, politik itu memang keras namun juga harus tepat sasaran dan terukur di dalam mereaksi sikap yang muncul di masyarakat sehingga dapat meminimalisasi “collateral damage” yang dapat ditimbulkannya” tegas Kastorius yang juga Penasehat Ahli Kapolri (2005-2017) itu.

Natasha Wilona Digoda Hotman Paris, Dijanjikan Kemewahan dan Lamborhini. Mau Cowok Pas-pasan?

TRIBUNWIKI - Daftar Pangkas Rambut di Batam, Harga Mulai Rp 13.000

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Tersangka Skandal Pengaturan Skor dan Sindiran Kakap Khrisna Murti

Ketum PSSI Joko Driyono Tersangka Dugaan Pengaturan Skor, Begini Respon PSSI

Lebih jauh dia menjelaskan, Zaky adalah sosok inovatif panutan generasi milenial yang terbukti berhasil berkontribusi dalam pembangunan industri teknologi informasi lewat platform Bukalapak.

Dari awal hingga menjadi sebuah flagship yang diperhitungkan “Bukalapak” pasti menghadapi tekanan kompetisi dari kalangan bisnis serupa khususnya dari luar negeri.

“Kematian Bukalapak akibat serangan politik dalam negeri yang trengginas bisa saja tidak menghasilkan apa-apa namun menjadi keberuntungan “lapak asing” untuk semakin agresif mendominasibpasar e-commerce dalam negeri” ungkap Kastorius.

Dalam kaitan ini, menurut dia, sangat bijak bila masyarakat Indonesia dan khususnya pendukung Jokowi secara tulus memberi tempat bagi Zaky untuk memperbaiki kesalahannya.

"Selain juga melanjutkan karyanya dalam mengembangkan platform Bukalapak ke titik perkembangan maksimalnya," ucap Kastorius.

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved