Kisah Kaisar China dengan Perhitungan Ilmu Matematika Bisa Meniduri Ratusan Perempuan

Angka-angka menjadi sedemikian penting sehingga memainkan peran krusial dalam menjalankan kehidupan di Istana Kerajaan.

Kisah Kaisar China dengan Perhitungan Ilmu Matematika Bisa Meniduri Ratusan Perempuan
BBC via Tribunnews
Di masa Kekaisaran China kuno, ilmu matematika mendudukan tempat yang sangat penting. 

Mereka telah menggunakan sistem desimal 1.000 tahun sebelum wilayah Barat mengadopsinya.

Doa Jorge Lorenzo Untuk Valentino Rossi yang Merayakan Ulang tahun Hari ini

KPU Batam Bakal Butuh Tenaga Melipat Surat Suara, Tertarik Mendaftar?

HEADLINE TRIBUN BATAM - Pengusaha Batam Pertanyakan Izin Ekspor, Kepala BP Batam Bakal Lapor Pusat

BERITA PERSIB - Fabiano Bermasalah dengan Madura United, Achmad Jufriyanto Bakal Balik ke Persib?

 

Kekaisaran Cina pun telah menuntaskan soal-soal persamaan matematika dalam cara yang baru dipakai orang-orang Barat pada permulaan abad ke-19.

Menurut legenda, raja pertama Cina, Kaisar Kuning, memerintahkan salah satu dewanya untuk menciptakan matematika pada 2800 SM, dengan keyakinan bahwa angka punya makna kosmik.

Sampai sekarang, orang Cina masih mempercayai angka memiliki kekuatan mistis.

Angka ganjil dianggap perwujudan pria, sedangkan genap adalah perempuan.

Angka empat harus selalu dihindari dan angka delapan membawa keberuntungan,

Cina Kuno tertarik dengan pola angka. Mereka mengembangkan versi purba permainan sudoku.

Pada abad ke-6 M, perhitungan matematika Cina Kuno dipakai dalam ilmu astronomi untuk mengukur pergerakan planet.

Kini, perhitungan itu masih digunakan dalam kriptografi internet.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ilmu Matematika Membuat Kaisar Cina Bisa Meniduri Ratusan Perempuan

 
 

Editor: Rio Batubara
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved