Breaking News:

Banyak Orang Kaya di Bintan Terima Beras Miskin, Hasil Investigasi Bupati, Ada yang Punya Mobil

Data orang miskin versi BPS itu yang selama ini dijadikan data pemerintah untuk menyalurkan beras sejahtera (Rastra) atau dulu disebut beras miskin

Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Ilustrasi beras raskin dari luar negeri 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Bupati Bintan Apri Sujadi mengungkapkan, data warga miskin yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tetap harus dikritisi.

Data orang miskin versi BPS itu yang selama ini dijadikan data pemerintah untuk menyalurkan beras sejahtera (Rastra) atau dulu disebut beras miskin (Raskin) ke warga Bintan.

Derita Nenek Berusia 100 Tahun Setelah Suami Meninggal, Jual Beras Raskin Agar Bisa Beli Lauk

Tiga TPS di Bintan Diindikasi Rawan, Kebanyakan Berada di Pulau, Ini Strategi yang Dilakukan Polisi

Setelah Ditolak, Akhirnya Pemko Batam Menerima Ranperda PKL, Ini Alasannya

Apri memiliki alasan mengapa data orang miskin fersi BPS perlu di kritisi. Pertama, dari sejumlah penerima rastra, yang dilaporkan masyarakat sebagian diantara mereka tidak cocok lagi menerima sebab kondisi mereka sudah hidup layak. Kedua, hasil investigasi internal Pemkab Bintan membuktikan hal tersebut.

Hasil investigasi memang mengungkapkan, tidak semua penerima Rastra atau Raskin selama ini memenuhi kriteria.

"Hasil investigasi kami ternyata tidak semua data penerima Rastra sesuai dengan kriteria. Ada juga yang menurut kami itu kaya, ada mobil, rumahnya besar tapi masih menerima Rastra,"kata Apri, Senin (18/2/2019).

Apri mengatakan, data hasil investigasi mereka terkait terkait penerima Rastra akan diserahkan langsung ke Badan Pusat Stastistik (BPS) Bintan. Diharapkan, data tersebut akan menjadi pertimbangan BPS dalam menentukan kriteria kaya dan miskin.

Sekadar catatan, data penyaluran raskin selama ini diambil dari data masyarakat miskin yang dirilis BPS.

"Pada prinsipnya data raskin tidak melalui kita (Pemda), data itu melalui BPS,"kata Apri.

Data orang miskin di Bintan berdasarkan yang diterima Apri berjumlah 8 ribu orang. Dari jumlah tersebut, penerima Rastra hanya 4.900-an orang. Menurut Apri, data warga miskin yang menjadi acuan tersebut masih simpang siur. (*)

Penulis: Aminudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved