Breaking News:

BERITA PADANG

Koma Berhari-hari, Santri Korban Pengeroyokan di Pesantren di Tanah Datar, Sumbar, Meninggal Dunia

Korban sebelumnya telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Robby berhari-hari mengalami koma

Editor: Mairi Nandarson
screenshot youtube inews
Santri korban penganiayaan di sebuah pondok pesantren di Sumbar (kanan) 

TRIBUNBATAM.id, PADANG – Robby Alhalim (18), santri yang menjadi korban pengeroyokan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), meninggal dunia pada Senin (18/2/2019) pagi.

Korban sebelumnya telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Robby berhari-hari mengalami koma.

“Tadi pagi, pukul 06.22 WIB, korban meninggal dunia,” kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP Djamil, Gustafianof kepada TribunPadang.com, Senin pagi.

Hingga pukul 10.00 WIB, jenazah masih berada di RSUP M Djamil Padang.

“Sekarang sedang di kamar jenazah, belum dibawa pulang. Keluarganya masih berada di sini (RSUP M Djamil Padang),” kata Gustafianof.

Sebelumnya, telah terjadi penggeroyokan terhadap Robby Alhalim oleh teman-temannya di asrama putra Ponpes Nurul Ikhlas Kabupaten Tanah Datar, sejak Kamis (7/2/2019) hingga Minggu (10/2/2019).

Status Facebook Ida Andriyani, TKW Indonesia yang Tewas Terbakar di Jepang: Mah, Ida Kangen

Viral, Mobil Jenazah Jadi Latar Belakang Foto Pengantin Asal Malaysia, Begini Ceritanya

Bosan Selalu Disuruh Bersabar Soal Status CPNS, Pegawai Honorer Batam: 6 Tahun Kami Berjuang

Pria Ini Ngaku Nekat Membunuh Karena Tersinggung Saat Ditagih Utang Rp 500 Ribu

Pegawai Honorer Demo di Batam Mengaku Sempat Dilarang Keluar Sekolah

Akan Ada 114 Event Wisata di Batam, Ini Dia Daftar Agenda Hingga Desember 2019

Atas hal tersebut, korban mengalami kritis dan dirawat di RSUP M Djamil Padang.

Pihak kepolisian sudah mengamankan sebanyak 17 santri terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, penahanan 17 santri itu setelah dilakukan prarekonstruksi, Kamis (14/02/2019).

Saat prarekonstruksi tersebut, diduga kuat 17 santri itu ikut melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Dari hasil rekonstruksi kemarin, dua orang santri terlihat tidak melakukan tindakan penganiayaan. Jadi, dari 19 santri yang diperiksa, 17 santri kami amankan, " ucap Kalbert ketika dihubungi, Jumat (15/2/2019).

Saat ini, 17 santri ini didampingi orangtua mereka saat berada di Polres Padang Panjang.

"Kami sangat berhati-hati, mereka kan masih anak-anak. Selain orangtua, pihak pesantren juga turut mendampingi sejak anak menjalani pemeriksaan," ucap Kalbert.

Link Live Streaming Persib Bandung vs Arema FC di Piala Indonesia, Senin (18/2) Sore Mulai 15.00 WIB

Jadwal Bola Live Hari Ini Persib vs Arema FC di iNews dan Jawapos TV Pukul 15.00 WIB

Resep Kering Tempe Kacang Tanah, Bikin Lontong Cap Go Meh Jadi Semakin Spesial

BERITA CHELSEA- Zinedine Zidane Bersedia Latih Chelsea, Syaratnya Eden Hazard & Uang 200 Juta Pounds

Korban Dituduh Sering Mencuri

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved