Kamis, 14 Mei 2026

12 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Phuket Thailand Bagi Traveling Pemula

Phuket menawwarkan wisata pantai, gunung, budaya, hiburan malam, hingga wisata bawah laut yang memukau dan relatif lebih bersih.

Tayang:
boatinthebay.com
Wisatawan snorkling bersama ikan-ikan di Phuket dengan latar belakang pulau-pulau cadas yang eksotis 

TRIBUNBATAM.id, PHUKET - Phuket adalah destinasi pariwisata Thailand yang paling diminati oleh turis mancanegara.

Pulau Phuket di semenanjung selatan Thailand ini boleh dikatakan sangat memanjakan wisatawan karena penawaran yang komplit bagi para turis.

Mulai dari wisata pantai, gunung, budaya, hiburan malam, hingga wisata bawah laut yang memukau karena sebagian wilayahnya memiliki taman laut yang indah.

Hebatnya lagi, kawasan wisata ini bisa dinikmati oleh semua golongan, orang-orang yang berkantong tebal hingga kelas backpaker.

Anda bisa pergi sendirian, berpasangan atau keluarga.

Bagi Anda yang belum pernah ke Phuket dan punya keinginan datang ke kawasan wisata eksotis tersebut, berikut beberapa hal yang perlu Abda ketahui, dirangkum oleh TribunBatam.id dari The Thaiger dan beberapa sumber lainnya.

1. Lebih Kecil dari Batam

saltwater-dreaming.com

Phuket adalah pulau yang sekaligus menjadi provinsi –karena ukuran provinsi di Thailand kecil-kecil..

Phuket adalah pulau terbesar di Thailand meskipun ukurannya hanya sedikit lebih kecil dari Pulau Batam.

Sisi baratnya menghadap ke Samudera Hindia di Laut Andaman, sehingga bagian ini hancur-lebur oleh tsunmi 2004.

Luasnya 576km2, bandingkan dengan Kota Batam yang 715km2 (belum termasuk Rempang-Galang), memanjang 48km utara ke selatan, 21km timur ke barat.

Jumlah populasinya pun hanya sepertiga dari Kota Batam, sekitar 400-450 ribu jiwa, termasuk orang asing yang tinggal di wilayah ini.

Meskipun memiliki pantai yang sangat luas, sebagian besar Phuket tetap berupa hutan dan hutan hujan tropis.

Meskipun pulau, tetapi Phuket terhubungan ke daratan Thailand oleh jembatan sepanjang 400 meter.

2. Gambaran Umum

Mata uang yang digunakan di Phuket adalah Baht Thailand, listriknya 220-240 volts/50Hz (sama dengan Indonesia).

Bahasa Thailand adalah bahasa sehari-hari, namun Anda juga bisa menggunakan Bahasa Inggris, seperti halnya Pulau Bali.

Ada satu bandara internasional tetapi banyak dermaga di sepanjang pantai timur untuk perjalanan ke pulau-pulau terdekat.

Transportasi umum di Phuket agak semrawut, didominasi oleh taksi dan monopoli tuk tuk (seperti bajaj dan angkot terbuka di Indonesia) dengan tarif cukup mahal.

Tuk Tuk di Pathong, Puket  (YouTube)

Karena itu, jika ingin bepergian dengan kendaraan umum di Phuket, termasuk taksi, harus tawar-menawar.

Anda bisa menyewa mobil atau sepeda motor, tetapi tentunya Anda harus memiliki asuransi perjalanan atau kesehatan. Jalan cukup bagus dan mudah, tetapi di beberapa tempat macet. Ya, kurang lebih mirip dengan kota-kota di Indonesia.

3. Agama

Sebagian besar penduduk asli beragama Budha, seperti Thailand lainnya, tetapi pulau ini juga memiliki populasi Muslim yang signifikan sekitar 25-30%.

Buddhisme di Phuket dipengaruhi oleh hubungan dagang yang kuat di pulau itu dan banyaknya pedagang dan pekerja asal China sejak 400 tahun terakhir.

Sedangkan pengaruh Islam berasal dari utara Malaysia yang jamak di wilayah selatan Thailand, sweperti Narthiwat, Phuket atau Krabi.

Bagi wisatawan Indonesia yang mayoritas muslim, soal makanan tidak perlu khawatir karena ada banyak makanan halal di sini.

Begitu juga tempat ibadah, ada masjid yang cantik-cantik dan besar dan musala di sini.

4. Asal Kata Phuket

Bahkan, nama Phuket (poo-KET) berasal dari bahasa Melayu, “bukit”.

Di peta Eropa dinamai Junk Ceylon atau Junkceylon yang berasal dari kata Tanjung Salang dalam bahasa Melayu, diterjemahkan sebagai Cape Salang.

Selama masa pemerintahan Raja Chulalongkorn (Rama V), Phuket adalah pusat administrasi produksi timah di provinsi selatan. Pada tahun 1933 Monthon (kerajaan) Phuket dibubarkan dan menjadi provinsi. Ini satu-satunya pulau di Thailand yang merupakan pulau dan provinsi.

5. Dari timah ke wisata

Sumber pendapatan utama di Phuket adalah pariwisata, sejauh ini.

Tetapi, sebelum 1970-an, Phuket dikenal sejak abad ke-16 sebagai pusat penambangan timah.

Karenanya jangan heran, jika Anda berkendara di sekitar Phuket, Anda akan melihat ratusan danau kecil seperti Bangka dan Belitung.

museum timah di Phuket (justgola.com/jamie-monk).

Sejarah penambangan timah di pulau ini bisa dilihat di Museum Penambangan Kathu yang cukup luas, membentang melalui perbukitan antara Kathu dan Koh Keaw.

Selain pariwisata, pulau ini penghasil buah tropis seperti nanas, kacang mete, dan kelapa serta perikanan.

6. Cuaca

Sebagai pulau tropis, Phuket selalu lembab dan panas. Hampir sama dengan cuaca di Indonesia, memiliki dua musim.

Karena wilayah pulau, cuacanya juga kadang sama dengan Batam, kadang hujan lebat secara sporadis di beberapa tempat dalam waktu singkat.

Musim kemarau berlangsung dari Desember hingga April dan musim hujan dari Mei hingga November.

Wisatawan berduyun-duyun ke pulau itu selama musim kemarau ketika suhu puncak berkisar antara 31-35 derajat celsius dan berangin serta 20-22 derajat pada malam hari.

Musim hujan, angin berhembus ke barat daya dan menimbulkan ombak tinggi di pantai barat.

Ini sangat berbahaya bagi yang ingin berenang atau berkeliling pulau sehingga perlu memperhatikan rambu-rambu dari penjaga pantai.

Jangan pernah ke laut jika ada bendera merah.

7. Pantai

Pantai adalah surga wisatawan di Phuket. Ada 36 pantai unik dengan pasir putih yang luas dan memanjang di Nai Harn, Patong, Karon, Kata, Kamala, Surin, Bang Tao, Nai Harn dan Nai Thon, Nai Yang dan Mai Khao di utara.

Pantai-pantai barat agak lebih berombak tinggi karena terpapar Laut Andaman,tetapi cukup dinikmati oleh para peselancar.

Hanya saja, jangan coba-coba berenang saat musim hujan di pantai ini.

Pantai timur sebagian besar hutan bakau di bagian utaranya dan sedikit berbatu di selatan.

Tetapi ada tempat-tempat sangat menakjubkan karena Phuket memiliki sejumlah teluk yang memiliki pantai indah dengan iar tenang.

Pantai itu adalah Laem Ka di Rawai dan Ao Yon di Cape Panwa. Pantai timur menghadap ke Krabi dan Phang Nga Bay dan memberikan pemandangan indah, seperti Anda melihat Singapore dari Kota Batam pada malam hari.

Taman lautnya juga sangat eksotis, bahkan para turis bisa berenang di kelilingi oleh ikan-ikan yang cantik atau mengarungi gua cadas yang indah.

8. Kota-kota utama

Pusat komersial utama adalah Kota Phuket. Pusat komersial dan administrasi Phuket ini berada di tengah pantai timur pulau itu, dibangun di sekitar Kota Phuket Tua.

Dua ratus tahun yang lalu, Phuket adalah pusat perdagangan yang ramai dengan banyak pelintas dari China dan Eropa sehingga dua budaya itu bisa terlihat dari bangunan-bangunannya, seperti rumah toko sino-Portugis atau bangunan bergaya Tiongkok yang khas.

Sekarang, bangunan kawasan itu telah disulap menjadi kafe yang funky, butik, galeri seni, toko buku, dan hotel butik. Lihat saja jalan-jalan seperti di Jalan Thalang, Dibuk, Yowarat dan Phang Nga.

Namun, kawasan wisata yang berkembang adalah Pantai Patong, tepat di tengah-tengah Phuket, menghadap ke Laut Andaman.

Pantai Patong berbentuk kurva yang cantik dengan hotel internasional, resor bintang 5, restoran kelas dunia, dan kehidupan malam yang semarak. Karena itu, tidak lengkap rasanya jika Anda tidak ke patong, seperti halnya tidak lengkap ke Bali tanpa ke Pantai Kuta.

Namun, kehidupan malam di patong ini sangat bebas dan seronok sehingga jika Anda membawa keluarga –terutama anak-anak– perlu agak sedikit hati-hati untuk memilih kawasan yang cocok untuk makan malam.

Daerah pemukiman utama Phuket adalah Kathu, Chalong, Rawai, Cherngtalay, Kamala dan Thalang.

Industri wisata yanhg tumbuh pesat membuat masyarakat agak “tergusur” ke beberap titik di wilayah selatan, timur, tengah dan utara pulau.

9. Acara dan Festival

Pertengahan April adalah waktu yang paling tepat untuk ke Phbuket karena ada Songkran atau Tahun baru Thailand pada 13 April.

Asda beberapa ritual peringatan tahun baru ini, mulai dari acara-acara agama di kuil-kuil Buddha hingga perang pistol air di jalan raya.

Karena itu, bila Anda ke Phuket pada 13 April, jangan marah jika ada orang menyemprotkan air ke wajah dan tubuh Anda.

Bahkan, Anda pun harus mempersenjatai diri dengan pistol air juga –minimal ember kecil atau gayung-- dan siap-siaplah bertempur sambil tertawa girang seperti anak-anak. Perang air ini minimal tiga hari.

Songkran (The Thaiger)

The Thaiger mengingatkan, selama Songkran, sebaiknya tidak naik kendaraan atau menggunakan stelan Armani karena itu masa perang air. “Mobil Anda, semewah apapun, bisa jadi akuarium.”

Festival Vegetarian Phuket terjadi selama bulan Oktober, tergantung pada kalender lunar Tiongkok setiap tahun.

Ini adalah festival yang diisi dengan parade, atraksi, kembang api, dan pasar penuh makanan vegetarian yang membuat Anda bisa tak berhenti mengunyah.

10. Topografi

Phuket adalah sebuah pulau yang unik karena memiliki perbukitan (mungkin seperti Bintan atau Linggas) karena asal katanya memang adalah “bukit”.

Bukit ini banyak dengan ukuran angat luas. Ada berbagai bukit yang membentang di tengah, dekat pantai barat atau bukit dengan bentangan tanah datar yang lebih luas di sisi timur.

Asal tahu, Phuket memang adalah pulau atau bukit yang terbentuk di lintasan gunung api hingga ke Pulau Sumatera.

Karena itu, bukit-bukit ini sangat terjal, bahkan ada yang berdiri seperti lemari di tengah laut atau gua-gua yang eksotis.

Tempat paling favorit di Phuket adalah Bukit Radar yang menghadap ke Patong dengan ketinggian 513 meter serta beberapa bukit lainnya di sisi utara jalan menuju Patong.

Bukit ini membatasi Kamala dan lembah Kathu dengan ketinggian mencapai 543 meter.

Ada jalan setapak ke puncak Bukit Radar, tetapi ada instalasi militer di bagian atas.

Jika Anda suka hiking atau naik gunung, mungkin bisa menempuhnya dengan jalan setapak, terjal dan membutuhkan perlengkapan layaknya mendaki, seperti sepatu bot.

Ada beberapa air terjun kecil yang cantik di pulau itu, seperti Ton Sai dan Bang Pae antara Paklok dan Thalang di timur dan Air Terjun Kathu di tengahnya.

Beberapa bukit memiliki atraksi unik mereka sendiri, termasuk Big Buddha yang menghadap pantai Kata dan Karon di satu sisi dan Chalong di sisi lain.

Ada juga Khao Rang (Bukit Rang) dengan restoran di atasnya, indah karena Anda bisa menikmati menu sambil menikmati laut di kejauhan.

Ada juga Khao To Sae (Bukit Kera) menjulang di atas Kota Phuket dan seperti namanya, banyak kera di sini.

Jangan memberi makan atau mendekati kera itu karena mereka sangat pintar dan merupakan pencuri ulung yang sigap dan kadang agresif pada waktu-waktu tertentu.

Asal tahu saja, puluhan orang kehilangan ponsel di sini setiap tahunnya, dijambret oleh para kera.

Di selatan ada Laem Promthep, tempat para wisatawan berbondong-bondong menonton matahari terbenam.

11. Biaya wisata

Meskipun Phuket sudah menjadi destinasi wisata internasional, salah satu keunggulannya adalah biaya wisdata yang relatif murah dibanding kawasan ekotis lainnya.

Hotel bintang 5 di Phuket bertarif sekitar Rp 2,6 juta per malam, sementara bintang 3 hanya bertarif Rp 400-500 ribu per malam.

Hotel kelas menengah ke bawah di Phuket

Di bawah itu juga sangat banyak hostel (hotel melati) dengan tarif Rp 160 ribu per malam.

Biaya mahal di Phuket hanyalah transportasi karena di wilayah ini, taksi dan tuk tuk boleh dikatakan tidak beraturan dan terkesan seenaknya.

Untuk tiket pesawat, dari Singapore cukup banyak tiket murah, bahkan harga tiketnya jauh lebih murah dibanding Batam-Jakarta karena di bawah Rp 1 juta, antara Rp 750 ribu-900 ribu.

Pesawat yang paling banyak ke Phuket adalah Scoot dan AirAsia.

Sedangkan dari Jakarta ke Phuket, harga tiket di atas Rp 1 jutaan.

12. Restoran dan Makanan Halal

Untuk makanan juga sedikit relatif lebih mahal di Phuket, menunya –untuk sekelas angkringan– berkisar antara 50 hingga 150 baht (Rp 22.500-70 ribu).

Bahkan, air mineral saja harganya sekitar Rp 6.000 per botol dan segelas kopi bisa mencapai Rp 22-30 ribu.

Makanan paling favorit di Phuket memang aneka seafood sementara untuk turis asing, mereka umumnya mengejar bir lokal yang rasanya juga mirip dengan bir Indonesia.

Restoran halal di Phuket cukup banyak

Cukup banyak restoran murah meriah di Phuket kendati harganya memang tetap lebih mahal dibanding Batam atau Jakarta.

Dilansir dari phinemo.can, restoran halal juga sangat banyak di Phuket, mulai dari masakan melayu --karena populasi keturunan melayu cukup tinggi-- serta restoran timur tengah.

Restoran Anwa Lockchin Pla di Phuket Town adalah restoran halal paling terkrenal di Phuket.

Restoran di sekitar Patong ini memiliki menu makanan halal yang bervariasi.

Menu andalan mereka adalah bakso ikan serta mie kuah serta aneka sup lainnya yang bercirikan menu melayu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved