Buron Puluhan Tahun, Paling Dicari Militer Dunia, Kapal Pencuri Ikan Ini Keok Ditangan Menteri Susi

Kapal Pencuri Ikan yang paling diburu dunia termasuk Indonesia akhirnya keok di Tangan TNI AL dan Mentri Susi. Di satu siang yang mendung pada April

Buron Puluhan Tahun, Paling Dicari Militer Dunia, Kapal Pencuri Ikan Ini Keok Ditangan Menteri Susi
KOMPAS.com/RAJA UMAR
Kolase Menteri Susi Pudjiastuti dan kapal ikan Andrey Dolgov 

Kapal yang juga dikenal dengan memiliki beberapa nama, yaitu Ayda dan Sea Breeze 1, itu pernah ditangkap di Mozambik.

Kapal ini ditahan karena menggunakan sertifikat palsu yang menyatakan kapal itu berasal dari Republik Togo, juga di Afrika.

Saat diperiksa, petugas menemukan 600 jala yang bisa disebar sepanjang hampir 30 kilometer. Peralatan ini merupakan perangkat yang dilarang Komisi Konservasi Sumber Daya Laut Antartika (CCAMLR).

Inilah kapal ikan Andrey Dolgov yang 10 tahun merampok ikan di seluruh dunia. (BBC/Sea Shepherd)
Inilah kapal ikan Andrey Dolgov yang 10 tahun merampok ikan di seluruh dunia. (BBC/Sea Shepherd) (ISTIMEWA)

Faktanya, kapal ini sudah lama "mengobrak-abrik" sumber daya paling berharga di lautan, yaitu ikan.

Kapal ini merupakan bagian dari jaringan organisasi kriminal yang beroperasi mencari celah di antara undang-undang kelautan dan banyaknya pejabat penegak hukum yang korup.

CCAMLR sudah memasukkan kapal ini dalam daftar hitam pada 2016 dan masuk daftar Interpol dalam ksus penangkapan ikan ilegal.

Sebelum ditangkap di Mozambik, kapal ini pernah ditahan di China sebelum lolos. Celakanya, kapal ini lolos juga dari jerat hukum di Mozambik.

Alhasil, pemerintah Mozambik meminta bantuan dari negara Afrika anggota Fish-i Afrika untuk mengejar kapal ini.

Fish-i Africa adalah kerja sama delapan negara Afrika Timur, yaitu Kepulauan Komoro, Kenya, Madagaskar, Mauritius, Mozambik, Seychelles, Tanzania, dan Somalia.

Kedelapan negara itu bekerja sama dalam hal berbagi informasi dan bekerja sama memerangi illegal fishing.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved