BINTAN TERKINI

Wilayah Bintan Bakal Kena Dampak Pemadaman Listrik, Pengusaha Khawatir Bisnis Terganggu

Kalau pemadaman bisa berlangsung 3 sampai 4 jam lebih, maka tentu hal tersebut akan mengurangi kualitas menu dan pelayanan usaha mereka

Wilayah Bintan Bakal Kena Dampak Pemadaman Listrik, Pengusaha Khawatir Bisnis Terganggu
lilin ilustrasi pemadaman listrik 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Pengusaha di Bintan yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengeluhkan rencana PT PLN menerapkan pemadaman bergilir di Bintan.

Informasi diterima, pemadaman bergilir khusus wilayah Bintan akan diterapkan mulai  22 Ferbruari 2019. Para pengusaha di Kadin sempat menanyakan penerapan pemadaman bergilir tersebut ke pihak PLN langsung. 

"Katanya di Bintan pemadaman tanggal 22 Ferbruari ini. Kita sempat tanyakan ke marketing PLN, ternyata hal ini adalah pengurangan kuota gas."

"Jadi ini harus koordinasi dengan SKK Migas, tapi bukan dengan PGN lagi. PGN saja juga sudah mendapatkan kuota."

"Jadi mereka (PLN) katanya ada pembersihan, atau pun pemeliharaan."

BERSIAPLAH! Listrik di Batam Bakal Padam 9 Jam Sehari Selama Seminggu Mulai 23 Februari

Rencana Pemadaman Listrik Bergilir di Batam dan Bintan Jadi Topik Pembahasan Sejumlah Instansi

Tak Cuma Listrik Bakal Padam Bergilir Mulai 23 Februari, Suplai Air ATB Juga Bakal Alami Gangguan

21 Juta Pelanggan Bakal Dapat Diskon Listrik Mulai 1 Maret 2019, Segini Besarannya

Kenalkan Mobil Listrik Hybrid Honda NSX Terbaru, Bertenaga 573 dk!

"Tapi kalau seumpanya ini berlarut larut sebagai alasan tentu akan menggeruskan ekonomi Bintan."

"Karena kalau kita yang usaha ini, katakanlah UMKM sangat berat sekali,"kata Edi Surbakti, Ketua Kadin yang juga pengusaha di Bintan.

Ia mengambil contoh pengusaha restoran dan rumah makan.

Kalau pemadaman bisa berlangsung 3 sampai 4 jam lebih, maka tentu hal tersebut akan mengurangi kualitas menu dan pelayanan usaha mereka kepada konsumen.

Dampaknya, operasional usaha terganggu.

Belum lagi usaha kecil yang banyak bergantung sepenuhnya dengan listrik.

Sebut saja usaha jasa laundry yang jumlahnya di Bintan cukup banyak. Usaha tersebut mengandalkan pasokan listrik yang stabil.

"Apalagi usaha semacam laundri dan sejenisnya, tentu akan lebih berat lagi,"kata Edi. (min)

Penulis: Aminudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved