BATAM TERKINI

35 Pelipat Surat Suara Ramai-ramai Mundur, Ada yang Gara-gara Upah Rp 98 Dipotong Pajak

Sebanyak 35 orang dari 200 orang pekerja pelipat kertas surat suara Pemilu serentak 2019 mundur sebagai pekerja pelipat kertas surat suara.

35 Pelipat Surat Suara Ramai-ramai Mundur, Ada yang Gara-gara Upah Rp 98 Dipotong Pajak
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam sudah mulai melakukan pelipatan kertas surat suara Pemilu serentak 2019. 

35 orang Pekerja Pelipatan Kertas Surat Suara Pemilu Serentak 2019 di Batam Ramai-ramai Mundur

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 35 orang dari 200 orang pekerja pelipat kertas surat suara Pemilu serentak 2019 mundur sebagai pekerja pelipat kertas surat suara mulai dari Kamis (28/2/2019) kemarin.

Hal ini diberitahukan oleh Komisioner KPU Batam, Divisi Hukum Muliadi Evendi di Kantor KPU Batam, Jumat (1/3/2019).

"Mulai dari Kamis kemarin, jumlah pekerja pelipat kertas surat suara kita berkurang sebanyak 35 orang. Hal ini disebabkan dengan sejumlah alasan,"ujarnya.

Lanjutnya, adapun alasan dari sejumlah pekerja pelipat surat suara yang mundur ini di antaranya ada yang sakit, urusan keluarga dan tidak bisa bekerja sejak pagi hari.

"Kalau perihal upah yang sedikit dan dikenakan pajak, mungkin bisa jadi. Tapi kan tidak tahu pasti,"terangnya.

Sementara saat disinggung perihal pemotongan pajak dari upah 98 rupiah, Muliadi menyebutkan benar bahwa ada pemotongan pajak, namun hanya beberapa persen saja.

"Iya benar di potong pajak, karena upahnya dari dana uang Negara,"katanya.

KPU Batam Butuh Puluhan Tenaga Pelipat Suara Pilgub Kepri

31 Kertas Suara Rusak, KPU Batam Bakal Lapor ke Pusat Lewat KPU Kepri

Setiap Lembar Diupah Rp 98, KPU Batam Targetkan Lipat 1.000 Lembar Sehari

Komisi I DPRD Kepri Ingatkan KPU Benar Siapkan Pemilu, TidakTerpengaruh dengan Intervensi Manapun

Dia juga menyebutkan, di tengah 35 pekerja pelipat suara mundur, saat ini jumlah pekerja pelipat surat suara berjumlah 165 orang dari 200 orang pekerja yang diterima di gelombang pertama

.Rencana akan ditambah lagi dan akan di seleksi kembali peserta yang sebelumnya mendaftar.

"Tinggal 165 orang saat ini yang bekerja untuk melakukan pelipatan surat suara,dan rencana akan kita tambah lagi dengan menyeleksi kembali peserta yang sebelumnya mendaftar kita kurangi karena kouta yang dibutuhkan pas," ujarnya.

Di tempat terpisah, salah seorang pekerja pelipat suara menyampaikan, bahwa dari upah 98 rupiah yang di potong sebesar 3 persen. Sehingga upah yang mereka terima hanya 95 rupiah.

Seperti contohnya kemarin bekerja melipat surat suara sebanyak 500 lebih surat suara, hanya dapat Rp 50 ribu saja karena di potong pajak.

"Ya mau gimana lagi kita butuh, tapi karena sedikitnya upah pelipat surat suara dan di potong pajak lagi, ada juga sebagian pekerja pelipat surat suara yang mundur,"pungkasnya. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved