TANJUNGPINANG TERKINI

Disegel Polisi, Wali Kota Tanjung Pinang Akui Tak Bisa Masuk ke Lokasi Teh Prendjak

"Karena di Police Line nih. Tak bisa masuk. Kita cari bagaimana bisa masuk, tapi tidak melanggar," kata Syahrul saat dikonfirmasi di Pemko Tanjungpina

Disegel Polisi, Wali Kota Tanjung Pinang Akui Tak Bisa Masuk ke Lokasi Teh Prendjak
ISTIMEWA
Polda Kepri segel perusahaan yang memproduksi teh Prendjak, minuman kemasan mineral seperti Ravel, Canbo, serta kecap asin merek Chez's 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Walikota Tanjungpinang Syahrul mengaku tak bisa melakukan pengecekan ke area perusahaan PT Panca Rasa Pratama (PRP) yang berlokasi di jalan Di Pandjaitan di Tanjungpingpinang Timur.

Pemerintah tak bisa berbuat banyak lantaran perusahaan telah disegel.

"Karena di Police Line nih. Tak bisa masuk. Kita cari bagaimana bisa masuk, tapi tidak melanggar," kata Syahrul saat dikonfirmasi di Pemko Tanjungpinang, Selasa (5/3/2019).

Teh Lie Jong Diduga Bakar Diri di Jodoh, Batam, Api Nyaris Bakar Ruko

Bos Teh Prendjak Buka-bukaan Soal Kasus Limbah B3, Terpaksa Rumahkan 480 Pekerja

Ada Limbah B3 hingga Produksi Air Kemasan Pakai Sumur Bor, Polisi Bakal Panggil Bos Teh Prendjak

Bos Pabrik Teh Prendjak Tanjungpinang Akan Diperiksa Polda Kepri, Kasus Buangan Limbah B3

Pihaknya sebelumnya merencanakan akan melakukan pencarian ke perusahaan melalui OPD terkait yang menangani masalah lingkungan.

Namun lebih dari pada permasalahan yang menjerat, pihaknya saat ini tengah memperjuangkan bagaimana caranya perusahaan tetap berjalan.

"Yang kita pikirkan ratusan karyawan yang bekerja disana bisa bekerja kembali. Itu yang kita pikirkan. Soal hukum biar terus berjalan. Saat ini kita berusaha menjalin komunikasi dengan perusahaan. Pak Bandi (bos perusahaan) lagi di luar kota," kata Walikota.

Namun untuk berkomunikasi dengan pihak kepolisian, pihaknya mengaku itu lebih kepada para pengacara PT PRP untuk berkomunikasi dengan Kepolisian.

Pihaknya hanya sebatas menjadi penengah bagaimana investasi yang telah terbangun serta para karyawan di sana dapat kembali stabil.

"Kita berharap, karena ini kan menyangkut dengan pekerjaan serta perusahaan ini telah lama (berkontribusi ekonomi) ada kebijakan agar dapat kembali bekerja. Kalau berhenti kayaknya tidaklah. Polisi punya kebijakan," tuturnya.

Sementara itu pihaknya juga akan berkomunikasi dengan pihak dinas perdagangan.

Mengingat perusahaan tersebut juga menjalankan kegiatan perdagangan sebagai distributor sembako seperti minyak, mie instan, telor dan sebagainya.

Pertemuan Perdana dengan 46 Media, Syahrul-Rahma Ajak Media Teken MoU, Ini yang Dibahas

Ternyata Mengikat Rambut Terlalu Kencang Bisa Menyebabkan Rambut Rontok, Begini Penjelasan Pakarnya!

Kabar Terbaru Hamka Hamzah, Harus Terima 20 Jahitan Akibat Benturan di Laga Arema vs Barito Putera

Orang Asia Paling Banyak Mengalami Intoleransi Laktosa, Ternyata Ini Alasannya

Apakah ada terkendala pasokan sembako di Tanjungpinang?

Karena diketahui perusahaan tersebut juga menjadi perusahaan yang dominan dalam memasok sembako di Tanjungpinang.

"Secara tertulis belum kita terima laporan. Tapi kita akan komunikasi dulu dengan Dinas perdagangan untuk mengetahui hal tersebut," ungkapnya.(wfa)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved