BPOM Kepri Sita 39.251 Kosmetik Llegal di Batam, Nilainya Lebih dari Rp 1 Miliar

Sepanjang priode triwulan pertama di tahun 2019, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengamankan 39.251 kosmetik ilegal di Batam.

BPOM Kepri Sita 39.251 Kosmetik Llegal di Batam, Nilainya Lebih dari Rp 1 Miliar
TRIBUNBATAM
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan 

TRIBUNBATAM.id -  Sepanjang priode triwulan pertama di tahun 2019, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengamankan 39.251 kosmetik ilegal di Batam.

Dari pengungkapan dengan tiga lokasi yang ada di Batam ini, jumlah nominal kosmetik ilegal tersebut mencapai Rp 1 miliar lebih.

Hal ini disampaikan, Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan.

Ia mengatakan, dari pengungkapan ini pun sudah ada tiga orang tersangka yang diamankan.

"Melalui penyidik PPNS BPOM, ketiga berkas tersangka beserta barang bukti sedang dilengkapi agar selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan," sebutnya, usai menghadiri Hut Polda yang ke 14, Rabu (06/03/2019).

Disebutkannya, pengungkapan pertama pada Kamis (24/01/2019) lalu di kawasan Batam Center. Tersangka berinisial FW, dengan barang bukti kosmetik ilegal sebanyak 2288 pcs.

Bila dinominalkan Rp 148.765.000.

"Yang kedua diawal Febuari berhasil menhungkap di kawasan Batam Part. Kita temukan 5946 picis kosmetik ilegal dengan nilai Rp 211.061.500. Tersangka pemilik barang berinisial SL," sebutnya.

BPOM Kepri Sita 2.288 Kosmetik Ilegal yang Dijual Secara Online di Media Sosial, Ini Penjelasan BPOM

Selanjutnya, pada 26 Febuari 2019 lalu di kawasan Penuin, Kecamatan Lubuk Baja. BPOM kembali mengamankan barang bukti kosmetik ilegal sebanyak 31.017 pcs, dan nominal Rp 860.282.000, dengan pemilik berinisial E.

"Jadi total keseluruhan ada hampir 40 ribuan kosmetik ilegal yang kita amankan, dengan taksiran nila satu miliyaran lebih," ucapnya.

Ia pun menghimbau, kepada para konsumen agar selalu menjadi konsumen yang cerdas hanya dengan membeli produk kosmetik yang telah terdaftar di Badan POM.

"Ingat selalu cek KLIK, yaitu cek kemasan. Artinya jangan sampai terima produk dengan kemasan rusak, lalu cek label, dimana perhatikan kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED, serta cek izin edar, yang harus terdaftar di BPOM, dan cek kadaluarsa," sebutnya menghimbau.

Menagapa demikian, sebabkl kandungan bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat dalam produk kosmetik ilegal berpotensi menyebabkan berbagai macam penyakit dan kesehatan seperti, rusaknya kulit wajah, kanker kulit, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta lainnya.

"Sejauh ini, kita melalui PPNS masih melakukan pemeriksaan terhadap pemiliknya," sebutnya.

Bagi pelaku pelanggaran ini pun akan dijerat dengan pasal 197 Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan sanksi pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 Miliar. (dra)

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved