Burung Beo Pecandu Opium Bikin Petani di India Resah

Petani opium di India mengeluhkan burung beo pecandu madat yang merusak tanaman mereka.

Burung Beo Pecandu Opium Bikin Petani di India Resah
shutterstock
Ilustrasi burung beo 

TRIBUNBATAM.id - Petani opium di India mengeluhkan burung beo pecandu madat yang merusak tanaman mereka.

Para petani di negara bagian Madhya Pradesh mengatakan selain musim dengan curah hujan yang tidak merata, burung beo juga sangat mempengaruhi panen mereka.

Penduduk mengatakan usaha untuk mengusir burung dengan menggunakan pengeras suara hanya sangat kecil pengaruhnya, sementara pemerintah setempat tidak membantu.

Beo dapat menyebabkan petani mengalami kerugian besar, kata mereka.

Berawal dari Tanda Merah di Leher Anaknya, Ibu Ini Kaget Putrinya Dicabuli 5 Orang

Cinta Segitiga di Balik Kasus Mayat Terbungkus Karung di Bekasi: Pelaku Ingin Memiliki Sang Wanita

Sehari Dirilis, Trailer Game Of Thrones Season 8 Tembus 15 Juta Penonton

Resmi, Xiaomi Hadirkan Redmi Go, Ponsel Android Go Bertenaga Snapdragon 425, Dibandrol Rp 899 Ribu

 

Asian News International (ANI) mengirim twit video burung yang terbang membawa bunga opium.

Para petani memasok tanaman tersebut ke sejumlah perusahaan obat dan memiliki izin untuk menanam tumbuhan tersebut.

Salah satu petani, Nandkishore, mengatakan kepada NDTV bahwa dia berusaha membuat suara keras dan bahkan menggunakan petasan untuk menakut-nakuti burung.

Dia menjelaskan satu bunga opium akan menghasilkan 20-25 gram, tetapi "sekelompok besar burung beo memakan tanaman ini sekitar 30-40 kali sehari dan sebagian bahkan membawa terbang opium."

"Tidak seorang mendengarkan masalah kami. Siapa yang akan mengganti kerugian kami?" katanya.

Dr RS Chundawat, ahli opium di Horticulture College, Mandsaur, mengatakan kepada Daily Mail bahwa opium memberikan burung beo energi seketika - sama dengan pengaruh teh atau kopi pada manusia.

Dia mengatakan begitu burung mengalami perasaan itu, mereka akan segera menjadi pecandu.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved