Menjemput Tamadun Melayu, Noor Lizah Nurdin: Perlu Perda Pelestarian Tanjak dan Warisan Budaya

"Sebuah aturan seperti peraturan daerah (Perda) yang khusus mengatur Tanjak ini saya pikir sangat penting disusun segera. Sehingga seminar dan bengkel

Menjemput Tamadun Melayu, Noor Lizah Nurdin: Perlu Perda Pelestarian Tanjak dan Warisan Budaya
TRIBUNBATAM.id
Noor Lizah Nurdin saat di Bengkel Tanjak dalam rangkaian acara Menjemput Tamadun Melayu, akhir pekan lalu di Gedung Daerah Tanjungpinang. 

TRIBUNBATAM.id - Pembina Yayasan Taruna Bangsa yang juga istri Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin berharap ada aturan hukum seperti peraturan daerah (Perda) dalam upaya menjaga, merawat dan melestarikan Tanjak Warisan Alam Melayu dan nilai-nilai budaya melayu lainnya.

Dengan demikian kekayaan dan keberagaman warisan alam Melayu akan terjaga dengan baik sampai ke generasi terbaru.

Hal itu disampaikan Noor Lizah setelah melihat antusias menghadiri acara Bengkel Tanjak yang merupakan rangkaian acara Menjemput Tamadun Melayu, akhir pekan lalu di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Selain Bengkel Tanjak, juga dilaksanakan Seminar Destar, Tanjak dan Tengkolok, Bazar kue dan masakan Melayu tempo dulu, pameran alat-alat, pakaian dan warisan alam dan khasanah Melayu.

"Sebuah aturan seperti peraturan daerah (Perda) yang khusus mengatur Tanjak ini saya pikir sangat penting disusun segera. Sehingga seminar dan bengkel Tanjak serta usaha pelestarian warisan alam Melayu lainnya tidak berhenti pada ajakan pelestarian saja tetapi benar-benar di aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Noor Lizah.

Noor Lizah Nurdin Basirun: Ibu-ibu Jangan Takut dan Malu Periksa Agar Terhindar dari Kanker

Noor Lizah Nurdin Ajak Pelajar Aktif di Tagana untuk Hindari Penyalahgunaan Narkoba

Noor Lizah Nurdin Akan Kembangkan Boneka Batik Kreasi Napi Perempuan di 10 Negara ASEAN

Noor Lizah Nurdin: Gadget Adalah Pintu Masuk Kekerasan Terhadap Anak

Tidak itu saja, Noor Lizah juga berharap para genetasi muda bisa dilibatkan lebih banyak dan lebih luas lagi.

Hal itu karena pelestarian sebuah budaya secara turun temurun ada ditangan dan kesadaran para generasi muda.

Khusus untuk Tanjak saja, Noor Lizah sendiri mengaku baru mengetahui bahwa Tanjak yang dipakai di Kepri hari ini adalah Tanjak dari Malaysia, yakni Tanjak Dendam Tak Sudah yang berasal dari Negeri Sembilan Malaysia.

Padahal, Tanjak warisan alam Melayu Kepri sendiri sangat banyak, yakni seperti Tanjak Nahkoda Trong, Cogan Daun Kopi, Takur Tukang Besi, Tanjak Mahkota Alam, Tanjak Bugis Tak Balik, Tanjak Laksmana Mude, Tanjak Ajudan Bingas, Tanjak Semangat Ugi dan Tanjak Lang Me yambar.

Namun belum tersosialisasi dan terlestarikan dengan baik sehingga tidak akrab dipakai masyarakat sehari-hari.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved