BATAM TERKINI

Nekat Tinggal 3 Anak di Kampung, Simak Curhatan Pasutri yang Terciduk Aparat Karena Kasus TKI Ilegal

Pasangan suami istri asal Bengkulu nekat meninggalkan 3 anaknya di kampung dan membawa satu anaknya yang masih balita untuk menjadi TKI ilegal.

Nekat Tinggal 3 Anak di Kampung, Simak Curhatan Pasutri yang Terciduk Aparat Karena Kasus TKI Ilegal
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Polisi mengamankan sejumlah calon TKI Ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia. Mereka ditangkap aparat kepolisian saat perjalanan usai dijemput para pengurus TKI ilegal di pelabuhan yang ada di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Faktor pemenuhan kebutuhan ekonomi membuat orang akan bekerja tanpa memikirkan dampak risiko yang akan dialami.

Kebanyakan orang yang berjuang demi mendapatkan upah ini pun bekerja dengan cara-cara yang melanggar administrasi atau aturan yang berlaku.

Seperti pasangan suami istri Sardari dan Rita.

Demi mendapatkan upah yang layak, warga asal Bengkulu ini pun nekat menjadi pekerja imigran ilegal di Malaysia.

Jalur tidak resmi pun digunakan mereka, walaupun tahu akan risiko yang akan dialami bila terjadi sesuatu dalam perjalanan menuju negeri Jiran tersebut.

"Mau gimana lagi mas, di Bengkulu kayak kita ini bisa diterima kerja apa. Cuman lulusan SD saja. Jadinya nekat aja kerja di Malaysia," kata Suami kepada Tribunbatam.id sesaat sebelum ekspos pengungkapan jajaran Ditreskrimum Polda Kepri terkait pekerja imigran ilegal, Selasa (12/3/2019).

Pasangan suami istri yang memiliki empat orang anak ini pun sampai membawa satu orang anak laki-lakinya tinggal di Malaysia daerah Kelang, Johor.

PRABOWO KE BATAM - Tak Cuma Orasi, Prabowo Subianto Juga Akan Bagikan Buku Hasil Karyanya

37 TKI Ilegal Ditangkap Saat Tiba di Batam, Polisi Tetapkan 2 Orang Sebagai Tersangka

PRABOWO KE BATAM - Bakal Orasi 4 Jam di Ocarina, Begini Suasana Jelang Kedatangan Capres Prabowo

Diduga Masih Ada Bom, Polisi Belum Berani Masuk Rumah Terduga Teroris di Sibolga

"Saya bawak anak saya yang berumur 5 tahun ini ke sana. Kalau tiga orang anak lagi di Bengkulu aja, karena sekolah," ujarnya.

Di Malaysia pun, hanya suami saja yang fokus bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, sang istri hanya sesekali membantu bekerja saat ada musim panen kelapa sawit.

"Lumayan mas kerja di sana, walaupun cuman buruh. Penghasilan yang didapat bisa tiga kali lipat kalau dibanding saat saya kerja jadi buruh di Bengkulu," ujarnya yang enggan menyebutkan pasti penghasilan yang didapat.

Halaman
123
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved