BATAM TERKINI

BREAKINGNEWS - Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Roni, Mayat Tangan Terikat di Tiban Batam

Otak pelaku pembunuhan yang menewaskan Roni Friska Hasibuan yang mayatnya ditemukan di kawasan Tiban Pemai Sekupang, Batam ditangkap polisi.

BREAKINGNEWS - Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Roni, Mayat Tangan Terikat di Tiban Batam
TRIBUNBATAM.ID/EKO SETIAWAN
Marlin Sinambela alias Mabeos, otak pelaku pembunuhan yang menewaskan Roni Friska Hasibuan yang mayatnya ditemukan dengan tangan terikat di kawasan Tiban Pemai Sekupang, Batam berhasil ditangkap Polisi. 

Melihat dari kondisi jenazahnya, mayat berinisial RFH yang berusia sekitar 43 tahun tersebut diduga kuat sebagai korban pembunuhan dan dibuang ke semak-semak di kawasan Tiban Permai.

Nikita Mirzani Syukuran Rumah Baru di Hari Ulangtahunnya, Bernilai Miliaran, Intip Kemewahannya

Tuding Gubernur Tak Pro Buruh, Orator Demo FSMPI : Anda Sendiri Tidak Komit!

Gisel dan Wijin Semakin Dekat, Berani Upload Foto Berdua hingga Lambangkan Simbol Saranghae

Makin Banyak Hutan Terbakar di Batam, Komandan Pos Damkar: Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan!

Berikut ini sejumlah fakta terkait penemuan mayat di Tiban Permai yang berhasil dirangkum TRIBUNBATAM.ID :

Mayat Dikenali Keluarga Sebagai RFH

Identitas mayat MR X yang ditemukan tewas di kawasan Tiban Permai diketahui berinisial RFH. Terkuaknya identitas itu setelah polisi membuka layanan call center atas temuan mayat korban dan ada salah satu keluarga yang melapor telah kehilangan anggota keluarganya. Saat mengetahui beberapa ciri-ciri korban, keluarga tersebut merasa sangat mengenali korban tersebut.

Dikenali dari Gigi Palsu

Selam yakin dengan sejumlah ciri-ciri fisik korban, keluarga korban mengenali ciri ciri korban pada gigi palsu yang dipasang korban.

Polisi Lakukan DNA

Untuk memastikan korban memang RFH, polisi saat ini sedang melakukan pencocokan DNA salah satu anggota keluarga tersebut dengan korban.

Diduga Korban Pembunuhan

Mayat yang ditemukan di Tiban Permai diduga kuat korban pembunuhan karena kondisinya dinilai tidak wajar.

Halaman
1234
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved