Selasa, 5 Mei 2026

Rhenald Kasali Suruh Rocky Gerung Lebih Banyak Baca Buku, Debat Cerdas di ILC 26 Maret 2019

Rocky Gerung berdebat dengan Rhenald Kasali dalam Talkshow ILC TV One Selasa 26 Maret 2019.

Tayang:

TRIBUNBATAM.id -  Rocky Gerung berdebat dengan Rhenald Kasali dalam Talkshow ILC TV One Selasa 26 Maret 2019.

Rocky Gerung dapat lawan berat saat debat karena Rhenald Kasali juga mempunyai referensi yang mumpuni.

Debat Rocky Gerung dengan Rhenald kasali membahas tentang hoax.

Rocky Gerung sudah tiga episode berturut-turut tak hadir karena menghadiri diskusi off air.

 Program Diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (26/3/2019) malam, kembali berlangsung seru dan menarik.

Hal ini setelah bintang tamu Rocky Gerung kembali hadir setelah tiga episode berturut-turut tak muncul di ILC TVOne.

Kata-kata Ridwan Saidi soal Maruf Amin Bikin Geram Nusron Wahid, Debat Panas di ILC 19 Maret 2019

Akhirnya, Rocky Gerung kembali di ILC yang kali ini mengangkat tema "Tepatkah Hoax Dibasmi UU Anti Terorisme?"

 Ada yang berbeda pada ILC edisi ini. Kalau sebelumnya nama-nama narasumber yang hadir tidak disebutkan, kali ini Karni Ilyas menyebutnya di awal sebelum diskusi mulai.

Awalnya, belum terlihat ada tanda-tanda Rocky Gerung hadir dalam ILC kali ini.

 Namun, saat diskusi sudah berjalan dan tiba giliran narasumber kedua Staf Ahli Menko Polhukam Dr. Sri Yunanto menyampaikan pemaparan.

Rocky Gerung hadir, langsung menyalami narasumber lain dan duduk.

Debat Panas

Pada episode kali ini, Rocky Gerung terlibat debat panas dengan Pengamat Ekonomi Rhenald Kasali. 

Hal ini bermula ketika Rocky Gerung menyatakan keberatannya usai Rhenald Kasali menyatakan paparannya terkait asal usul kata hoaks.

 "Saya mau kasi keterangan dulu karena itu deceptions. Bisa salah arah, apa yang diterangkan oleh saudara Rhenald Kasali," ungkap Rocky Gerung.

"Hoaks itu kalau anda baca sejarah. Karena you sebut tadi di dalam ilmu pengetahuan itu adalah jahat," timpalnya. 

Menurut Rocky Gerung, asal-usul hoaks muncul pertama kali dalam sejarah ilmu pengetahuan ketika seorang Professor Fisika Alan Sokal menulis sebuah artikel untuk majalah Social Text dengan nama samaran.

 "Lalu dipuji-puji oleh redakturnya tanpa tahu itu adalah bohong. Fungsi hoaks Allan Socal itu adalah untuk menguji apakah redaktur dari majalah bergengsi itu punya otak atau tidak, ternyata gak punya otak," kata Rocky Gerung.

Menurut dia, hal yang sama ketika kita ajukan ujian kepada kekuasaan.

Kemudian, kekuasan bereaksi negatif.

"Artinya, kekuasan juga gak berpikir," imbuh dia.

Pekerjaan Iblis

Rocky Gerung juga tidak sependapat dengan pernyataan Rhenald Kasali yang mengartikan hoaks itu adalah pekerjaan iblis.

"Lalu, yang menjanjikan Rp 50 juta untuk rakyat Lombok itu Presiden atau iblis?," tanyanya. 

Rocky kembali menegaskan bahwa asal usul hoaks terjadi ketika Alan Sokal menguji kedunguan dari redaktur majalah Social Text.

 "Itu poinnya. Itu pentingnya anda belajar, jangan dungu ya," tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Rhenald Kasali meminta Rocky Gerung agar tidak hanya membaca satu referensi saja ketika memaknai hoaks.

"Saya kira referensi itu tidak cukup membaca satu. Anda harus banyak membaca buku," kata Rhenald.

"Anda harus baca referensi. Dengan referensi tunggal itulah, jadi seperti ini," ujar Rhenald sembari menunjuk-nunjuk Rocky Gerung.

DEBAT Rhenald Kasali vs Rocky Gerung di ILC TVOne:

Rhenald menjelaskan asal kata hoaks adalah hocus yang artinya mengelabui.

Itu diambil dari kejadian para tukang sulap yang kemudian mengelabui mata orang lain. 

"Hari ini bukan orang dungu yang dikelabui. Ornag-orang pandai, orang-orang yang ibadahnya baik pun dikelabui," terang dia. 

"Saya kira referensi harus ditingkatkan ya. Kalau anda hanya referensi tunggal memang itu jadi bahaya ya," tukas Rhenald. 

Tema Hoaks

Sebelumnya, program diskusi bertajuk Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne disampaikan Presiden ILC Karni Ilyas, Selasa (26/3/2019) dengan tema "Tepatkah Hoax Dibasmi UU Anti Terorisme?"

Tema ini disampaikan Presiden ILC Karni Ilyas melalui akun twitternya, @karniilyas.

"Dear Pencinta ILC: Diskusi kita Selasa Pkl 20.00 WIB besok berjudul "Tepatkah Hoax Dibasmi UU Anti Terorisme?" Selamat menyaksikan. #ILCHoaxDibasmiUUTerorisme @ILCtv1," tulis Presiden ILC, Karni Ilyas, di akun Twitter miliknya @karniilyas, pada Senin (25/03/2019) pukul 17:45 WIB. 

Setelah diposting oleh Presiden ILC itu, topik ini mendapat tanggapan beragam dari para pecinta ILC TVOne. 

Topik inipun jadi perbincangan hangat. Ada yang menilai diskusi ini bakal seru dan tepat untuk dibahas kali ini.

Pecinta ILC TVOne pun berharap para narasumber dalam diskusi besok malam haruslah orang yang tepat, berimbang dan tidak membuat suasana menjadi panas. 

Tema Berawal dari Wiranto

Tema kasus yang diangkat ILC ini bermula dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpo Polhukam) Wiranto yang menyatakan meminta aparat penegak hukum menindak tegas penyebar hoaks.

 Penyebar hoaks sama dengan pelaku terorisme karena sudah menimbulkan ketakutan, walau bukan teror secara fisik, melainkan non-fisik, tegas Wiranto.

"Terorisme itu kan menimbulkan ketakutan di masyarakat," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Masyarakat yang diancam dengan hoaks untuk tidak menggunakan hak suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), menurut Wiranto, sudah bentuk ancaman terorisme. Ia pun mewacanakan agar pelaku penyebar hoaks dijerat Undang-undang Terorisme.

Masyarakat diancam dengan hoaks untuk kemudian mereka takut ke TPS. Itu sudah ancaman, terorisme. Maka tentu kita gunakan Undang-undang Terorisme," kata Wiranto.

Wiranto menyampaikan, Kemenko Polhukam punya target untuk menjamin pelaksanaan pemilu aman dan lancar. Jika ada pihak-pihak yang ingin mengacaukannya, maka ia tidak akan sungkan meminta proses pidana dilakukan. "Jadi saya justru mengutuk, katakanlah orang-orang yang ingin mengacaukan proses demokrasi. Milik kita ini loh. Kebanggaan bangsa kok dikacau, ini kadang-kadang, saya geram juga," cetus Wiranto.

Sebelumnya, Wiranto juga menyebut hoaks alias berita bohong merupakan teror pemilihan umum serentak 2019. Saat ini, hoaks begitu marak menyebar ke masyarakat. Hoaks, katanya, menjadi ancaman baru pada Pemilu 2019, ucap Wiranto.

Sebab, dalam penyelenggaraan pesta demokrasi sebelumnya, hoaks belum semasif saat ini. "Artinya berita palsu, berita buatan, berita bohong yang dilansir ke publik, yang mengganggu publik, saya rasa itu merupakan teror, karena meneror, mengganggu psikologi masyarakyat," ujar Wiranto.

Wiranto menyebut berita bohong merupakan teror.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved