Diantar Ribuan Pelayat hingga Pesan Terakhir, Simak 7 Fakta Dian Al Mahri Pendiri Masjid Kubah Emas

Dian Djuriah Rais atau Dian Al Mahri sapaan akrab pendiri Masjid Kubah Emas di Cinere, Kota Depok meninggal dunia, Jumat (29/3/2019) kemarin.

Diantar Ribuan Pelayat hingga Pesan Terakhir, Simak 7 Fakta Dian Al Mahri Pendiri Masjid Kubah Emas
kolase: Kompas
Dian Al Mahri dan masjid berkubah emas yang didirikannya 
TRIBUNBATAM.id - Dian Djuriah Rais atau Dian Al Mahri sapaan akrab pendiri Masjid Kubah Emas di Cinere, Kota Depok meninggal dunia, Jumat (29/3/2019) kemarin.

Sebelum meninggal dunia, Dian pernah berpesan kepada kepada suaminya Maimun Al-Rasyid untuk dimakamkan di depan halaman Masjid Kubah Emas.

Oleh sebab itu, keinginan Dian pun langsung dipenuhi dan dimakamkan di halaman depan atau bagian barat Masjid Kubah Emas.

Berikut, sejumlah fakta dari kepergian Dian Al Mahri untuk selama-lamanya:

1. Dihadiri ribuan pelayat yang berdesakan

Dimakamkan usai ibadah shalat Jum'at dilaksanakan, ribuan pelayat pun mengantar Dian ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Suasana haru serta isak tangis langsung terpancar dari para pelayat ketika jenazah Dian diturunkan ke liang lahat.

2. Sebagai sosok ibu, guru, juga ulama

Ratu Ayu Novianty anak ke-delapan Dian Al Mahri menuturkan, selain menjadi sosok seorang ibu Dian Al Mahri juga berperan sebagai sosok guru, juga ulama bagi seluruh anggota keluarganya.

Setiap harinya, perkataan Dian seperti sebuah pesan yang memiliki makna tersirat.

Oleh sebab itu, ia menuturkan bahwa sosok ibunda tercintanya tak akan bisa digantikan oleh siapapun.

3. Keinginan terakhir almarhumah Dian

Sebelum berpulang ke hadapan sang khalik, Dian Al Mahri sempat mengutarakan keinginannya.

"Yang terakhir beliau berpesan untuk dibuatkan majelis taklim, dua lantai yang ada di Tanggerang. Terus anak dan cucu serta mantu harus semua berangkat ke tanah suci, insyallah itu amanah yang selalu beliau katakan," ujar Ratu Ayu.

Pemakaman Dian Djuriah Rais (70) di Halaman Depan Masjid Kubah Emas, Cinere, Depok, Jumat (29/3/2019).
Pemakaman Dian Djuriah Rais (70) di Halaman Depan Masjid Kubah Emas, Cinere, Depok, Jumat (29/3/2019). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

4. Prinsip Almarhumah ketika membangun masjid

Tak hanya Masjid Kubah Emas, Dian Al Mahri diketahui juga telah membangun sejumlah Masjid megah di beberapa kota lainnya.

Namun, ternyata Dian memiliki prinsip sendiri ketika membangun setiap Masjidnya.

"Ibu selalu berprinsip bahwa Masjidnya harus selalu lebih bagus daripada rumahnya. Ibu membangun Masjid di beberapa tempat, ia ingin membangun rumah Allah yang lebih bagus dari rumahnya," kata Ratu Ayu.

5. Meninggal akibat penyakit paru-paru.

Meski sudah menjalani perawatan sekira satu minggu lamanya di Rumah Sakit Pondok Indah, kondisi Dian justru semakin menurun.

Adli Sujatmiko (28) cucu pertama almarhumah menuturkan, nenek tercintanya meninggal dunia akibat penyakit paru-paru yang diidapnya.

"Sakitnya itu paru-paru ya, jadi seminggu sebelumnya sesak napas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit. Seluruh keluarga optimis beliau bisa sehat namun setiap hari makin down kondisinya," ujar Adli.

Pengunjung sedang duduk-duduk santai di pelataran Masjid Dian Al-Mahri, Meruyung, Limo, Kota Depok, Senin (22/6/2015). Pengunjung dapat mengunjungi Masjid Dian Al-Mahri untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Pengunjung sedang duduk-duduk santai di pelataran Masjid Dian Al-Mahri, Meruyung, Limo, Kota Depok, Senin (22/6/2015). Pengunjung dapat mengunjungi Masjid Dian Al-Mahri untuk menunggu waktu berbuka puasa. ((KOMPAS.com/Wahyu Adityo Prodjo))

6. Sempat jadi saksi pernikahan dua minggu sebelum wafat

Dua minggu sebelum wafat, Dian Al Mahri masih bugar dan sehat ketika menjadi saksi pernikahan Adli Sujatmiko (28) cucu pertamanya.

Adli menuturkan, neneknya hanya sempat beberapa kali mengeluh sakit karena faktor usia yang sudah semakin lanjut pada umumnya.

"Waktu saya nikah beliau masih sehat banget, cuma beberapa kali memang ngeluh sakit, tapi belum tahu sakitnya apa," ujar Adli.

Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Wafat
Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Wafat (Kolase TribunJakarta.com/Tribunnews)

7. Sosok pengasih dan dermawan pada keluarga dan masyarakat

Di mata seluruh keluarganya, Dian merupakan sosok yang sangat pengasih dan teladan hidup.

Bahkan, Ratu Ayu Novianty anak ke-delapan Dian Al Mahri menuturkan bahwa ibundanya adalah penopang hidup ia beserta seluruh keluarganya.

Senada, Adli Sujatmiko (28) cucu pertama almarhumah juga menuturkan bahwa nenek tercintanya sosok yang sangat pengasih dan dermawan baik pada keluarganya atau pun masyarakat.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Hendra petugas Masjid Kubah Emas, Cinere, Depok.

Dijumpai TribunJakarta.com, Hendra merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan almarhumah Dian delapan tahun yang lalu.

Di pertemuan itu, Dian pun meminta Hendra untuk menjadi petugas Masjid dan langsung diterimanya.

"Sejak awal bekerja sampai sekarang, beliau selalu bilang anggap Masjid ini adalah rumahmu, dan beliau gak mau dibilang bos katanya saya sudah seperti keluarga. Memang gak tergantikan sosok beliau, banyak banget yang kehilangan sosok beliau termasuk saya diantaranya," pungkas Hendra.

*Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul 7 Fakta Dian Al Mahri Pendiri Masjid Kubah Emas: Keinginan Tempat Dimakamkan Hingga Pesan Terakhir

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved