Wasekjen MUI: Jin Tidak Punya Hak Suara
Kekhawatiran politisi senior PAN, Amien Rais agar penghitungan suara tidak dilakukan di Hotel Borobudur, terus menuai respon
TRIBUNBATAM.id - Kekhawatiran politisi senior PAN, Amien Rais agar penghitungan suara tidak dilakukan di Hotel Borobudur, terus menuai respon.
Pasalnya, penolakan itu karena menurutnya di sana banyak jin dan gendruwo.
Ketua Umum Relawan Millenial Jokowi Ma’ruf (REMAJA), Misbahul Ulum menanggapi, ia tidak tahu persis apa yang Pak Amin maksud dengan jin dan gendruwo, Sabtu (30/3/2019).
“Kalau yang dimaksud hacker, setahu saya penghitungan itu dilakukan secara manual. Bukan dengan teknologi IT. Tapi jika yang dimaksud jin dan gendruwo, beneran saya pikir itu berlebihan,” ujar Misbahul.
“Jin dan gendruwo tidak punya kepentingan karena tidak punya hak suara. Ini kan pemilu bangsa Indonesia, bukan pemilu bangsa Jin. Siapa tahu di sana malah model khilafah,” seloroh Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini.
Wasekjend Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga mengatakan bahwa dalam Islam semua yang berlebihan itu tidak baik.
“Kita hormati Pak Amien. Beliau paham agama, pasti tahu Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Hanya mungkin karena orang di sekitarnya terlalu berlebihan, jadi beliau terbawa suasana,” jelas Misbahul.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ketua-umum-relawan-millenial-jokowi-maruf.jpg)