Anggaran BPJS Kesehatan Defisit, Premi Tidak Seimbang Jadi Penyebab

Jika dihitung per segmen, maka untuk peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III besaran preminya adalah

Anggaran BPJS Kesehatan Defisit, Premi Tidak Seimbang Jadi Penyebab
KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah
Petugas BPJS Kesehatan 

Misalnya, dalam hal kecelakaan kerja dan korban bencana alam.

Sering Dimasakin Nasi Goreng Jadi Alasan Fadel Islami Jatuh Cinta Pada Muzdalifah

Keceplosan Bilang Pernah Tidur Bareng saat Nagih Utang, Pria Ini Bacok Selingkuhan Istrinya

Terus Menurun, Sang Pengacara Ungkap Kondisi Terkini Vanessa Angel di Dalam Penjara: Drop Banget

Kamu yang Suka Tidur Ngiler, Ternyata Pertanda Baik, Berikut Penjelasannya

Contohnya, seorang pekerja industri mebel menderita paru dan mata dikarenakan paparan debu selama bertahun-tahun. Ketika sakit dan berobat ke fasilitas kesehatan, pasien ini menjadi beban pembiayaan JKN-KIS.

“Seharusnya pembiayaan untuk penyakit seperti ini masuk dalam jaminan kecelakaan kerja. Beban-beban pembiayaan yang tidak semestinya inilah yang menyebabkan pengeluaran BPJS Kesehatan membengkak, dan turut berkontribusi pada defisit. Yang harus diingat, penetapan besaran iuran peserta JKN-KIS tidak pernah menghitung kecelakaan kerja dan bencana," tandas Ansyori. (DOD)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Premi Tidak Seimbang Penyebab Anggaran BPJS Kesehatan Defisit

Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved