Najib Razak Gagal Rayu Jaksa Tangguhkan Kasus Korupsinya. Pendukungnya Ricuh di Pengadilan

Mantan PM Malaysia Najib Razak kembali dihadapkan ke persidangan dugaan korupsi dana SRC International Sdn Bhd, anak perusahaan 1MDB

Najib Razak Gagal Rayu Jaksa Tangguhkan Kasus Korupsinya. Pendukungnya Ricuh di Pengadilan
The Star Malaysia
Najib Razak tiba di Pengadilan Tinggi Malaysia untuk memulai persidangan kasus korupsinya dalam skandal 1MDB 

TRIBUNBATAM,id, KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak kembali dihadapkan ke persidangan dugaan korupsi dana SRC International Sdn Bhd, anak perusahaan 1MDB di Pengadilan Tinggi Malaysia.

Najib Razak sempat meminta agar kasusnya kembali ditangguhkan, namun jaksa negara menolak sehingga sidang kemudian dilanjutkan dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Priyanka Chopra Dipinang Sutradara Avengers: Endgame Jadi Bintang Marvel Berikutnya

Praktik Lapangan, 12 Siswa SMK Tersesat di Hutan, 20 Jam Kemudian Ditemukan Oleh Polisi Hutan

Singapore Larang Kendaraan Asing Masuk, Timbulkan Kemacetan di Pintu Masuk. Johor Ancam Membalas

Pengacara bela Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah yang mewakili Najib meminta kepada hakim Pengadilan Tinggi, Mohd Nazlan Mohd Ghazali untuk mempelajari dulu dakwaan perkara, Rabu (3/4/2019).

Namun jakasa negara Tommy Thomas menolak dan mengatakan, permintaan pembela hanya sebagai upaya untuk mengalihkan kasus dan mengulur-ulur waktu.

Pengadilan kemudian memutuskan untuk tetap melanjutkan kasus tersebut.

Najib Razak didakwa melakukan tujuh dakwaan korupsi dalam putaran skandal IMDB (1Malaysia Development Berhad) melalui anak perusahaan itu, SRC International.

Najib, yang tiba di pengadilan dengan setelan biru dan kemeja putih menghadapi tujuh dakwaan yang merugikan perusahaan itu sebesar 42 juta ringgit Rp 147 miliar antara April 2011 dan Maret 2015.

Najib Razak tiba di pengadilan

SRC International awalnya perusahaan negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan di bawah pemerintahan Najib Razak yang saat itu merangkap menteri keuangan.

Uang dari perusahaan itu disebut-sebut mengalir ke rekening pribadi Najib dan istrinya Rosmah Mansor yang didakwa terpisah.

Najib Razak menghadapi tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan, satu dakwaan penyalahgunaan kekuasaan, dan tiga tuduhan pencucian uang.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved