TANJUNGPINANG TERKINI

Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye di Kampus, Kejari Tanjungpinang: Herman Bebas

Ia divonis bebas setelah bersama-sama dengan Ranat dituduh melakukan pelanggaran kampanye di kampus STIE Tanjungpingpinang

Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye di Kampus, Kejari Tanjungpinang: Herman Bebas
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Kasipidum Kejari Tanjungpinang Amriansyah 

TRIBUNBATAM.id.TANJUNGPINANG - Setelah sebelumnya Ranat Mulia Pardede divonis bersalah dan dihukum penjara 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan di tingkat banding, nasib Herman SH MH lebih baik.

Ia divonis bebas setelah bersama-sama dengan Ranat dituduh melakukan pelanggaran kampanye di kampus STIE Tanjungpingpinang.

Kasipidum Kejari Tanjungpinang Amriansyah menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan kabar dari anggota Jaksa yang menangani bahwa Pengadilan Tinggi (PT) Riau telah mengeluarkan putusan bebas kepada Herman.

"Kita dapat kabar dari pak Zaldi jaksa yang melakukan penuntutan. Herman bebas, cuman saya juga belum dapat salinan putusannya," kata Amriansyah dikonfirmasi, Jumat (5/4).

Pihaknya juga menunggu salinan putusan tersebut. Herman kembali bebas setelah sebelumnya ditingkat pertama juga dinyatakan bebas.

Sementara Ranat Mulia Pardede yang sebelumnya divonis bebas di PN Tanjungpinang malah berbalik dinyatakan bersalah di Pengadilan Tinggi.

Pemilu 17 April Makin Dekat, Panitia Pemilihan Kecamatan di Karimun Sosialisasi Hingga Malam Hari

Video dan Lirik Lagu BLACKPINK - Kill This Love, Bahasa Korea, Inggris & indonesia, Lagi Trending

MOTOGP AMERICAS - Raih Podium di GP Argentina, Valentino Rossi Ingin Menang di Sirkuit Austin AS

TRANSFER LIGA 1 - Resmi, Fahmi Al Ayyubi Gabung Bali United, Durasi Kontrak 2 Tahun

Kasus ini sebelumnya berawal dari tuduhan kampanye yang dilakukan di tempat yang dilarang.

Saat itu Herman bertemu dengan Ranat Mulia Pardede Caleg DPRD kota Tanjungpinang dari partai PSI di dalam kampus STIE.

Herman mengajak Ranat yang juga dosen di STIE bertemu dengan sejumlah mahasiswa di ruang kelas.

Mereka minta dukungan sembari memberikan kartu identitas caleg ke pada mahasiswa.

Sebagimana diketahui terdapat larangan tentang kampanye di dalam tempat pendidikan dan tempat ibadah. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved