ANAMBAS TERKINI

Kejadian Banjir dan Tanah Longsor di 3 Lokasi di Anambas, Bupati Sampaikan Imbauan Ini ke Masyarakat

Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Siantan, Palmatak dan Pulau Jemaja hingga menelan korban jiwa, akibat tingginya intensitas hujan

Kejadian Banjir dan Tanah Longsor di 3 Lokasi di Anambas, Bupati Sampaikan Imbauan Ini ke Masyarakat
TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Bupati Anambas Abdul Haris dan Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra saat melakukan kunjungan ke Desa Rewak Kecamatan Jemaja 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Seruan untuk tidak lagi melakukan penebangan liar kawasan hutan di Kabupaten Kepulauan Anambas kembali disampaikan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris.

Bentuk geografis yang rawan akan potensi bencana alam semisal banjir dan tanah longsor, menjadi pertimbangan orang nomor satu di Anambas itu.

"Kami menyerukan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi," ujarnya Minggu (7/4/2019).

Bencana alam yang terjadi merata pada tiga pulau besar di Anambas pada tahun 2018, menurut Bupati cukup menjadi pembelajaran yang berharga dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Siantan, Palmatak dan Pulau Jemaja hingga menelan korban jiwa, akibat tingginya intensitas hujan terjadi di Anambas yang disertai pasang tertinggi air laut.

"Mengacu pada kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau untuk tidak lagi melakukan penebangan liar kawasan hutan di wilayah Anambas ini," ungkapnya.

Sudah Masuk Triwulan I 2019, Bupati Bintan Apri Sujadi Minta OPD Segera Lelang Proyek

Selama Maret 2019, Polda Kepri Ungkap 38 Kasus Narkoba dengan 55 Tersangka, Termasuk 3 WNA

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Final Malaysia Open 2019, Chen Long vs Lin Dan

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Final Malaysia Open 2019 Chen Q/Jia Yifan vs Du Yue/Li Yinhui

Pemerintah Daerah pun, menurutnya terus melakukan penguatan terhadap satuan yang bertugas menangani bencana melalui kegiatan serta latihan simulasi bencana.

Yang paling terbaru, Pemerintah Daerah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada DPRD.

"Sebagai wilayah yang secara geografis, geologis dan hidrologis, sangat dimungkinkan terjadinya bencana. Baik yang disebabkan oleh faktor alam, non alam, maupun faktor manusia yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian materil, serta dampak psikologis," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved