Breaking News:

Jalani Mediasi di Kemenaker, Begini Kronologi Karyawan Dipecat Karena Beda Pilihan Politik

Nurullita, melakukan mediasi dengan Komisaris perusahan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi di kantor Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta, Sen

Editor: Danang Setiawan
TRIBUNNEWS
Jalani Mediasi di Kemenaker, Begini Kronologi Karyawan Dipecat Karena Beda Pilihan Politik 

Jalani Mediasi di Kemenaker, Begini Kronologi Karyawan Dipecat Karena Beda Pilihan Politik

TRIBUNBATAM.id - Nurullita, melakukan mediasi dengan Komisaris perusahan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi di kantor Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta, Senin (8/4/2019).

Nurullita sebelumnya mengaku dipecat secara sepihak oleh perusahaan tempatnnya bekerja akibat beda pandangan politik.

Dalam mediasi kedua ini, Nurullita meminta perusahaan PT PPLA untuk melunasi hak-haknya.

"Kita harapkan mediasi terakhir, seperti yang dikatakan mediator, dimana mediator pada Minggu lalu tanggal 2 April memerintahkan Ibu Merry Puspitasari untuk melunasi hak-hak Ibu Nurullita, di mana kita meminta pertama, melunasi hak-haknya seperti uang penghargaan, uang kompensasi, yang sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Ketengakerjaan diberikan secara langsung kepada Ibu Nurullita," kata kuasa hukum Nurullita, Rizki Alhamdi di Kemenaker, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Jelang Persebaya vs Arema. Risma Ikut Bersihkan Stadion, Khofifah Minta Bonek dan Aremania Guyub

Vanessa Angel Hampir Jatuh Terdorong, Jaksa Disemprot. Lempar Senyum Dipanggil Penggemar

Sinopsis Sinetron Orang Ketiga SCTV Senin (8/4), Novi Melihat Yuni, Aris Mulai Move On?

Kabar Terbaru Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper. Kepala Belum Ditemukan, Identitas Pelaku Diketahui

Rizki menyampaikan, pihaknya berterima kasih karena status Merry di media sosial yang isinya berupa bully dan memojokkan Nurullita telah dihapus pada 7 April 2019.

"Status Facebook dan Instagram yang membully Ibu Nurulita juga dihapus kemarin malam, padahal mereka menjanjikan tanggal 2 April paling lama jam 7 malam sudah kehapus, tapi kenyataannya malah tanggal 7 April. Isinya (status Facebook-red) memojokkan, yang bilang 'adiknya pilih 212, kakaknya pilih Jokowi' dan ada beberapa status yang lain yang sifatnya memojokkan dan mendiskreditkan," ungkap Rizki.

Rizki berharap hari ini menjadi mediasi terakhir.

Hal itu dimaksudkan guna memenuhi hal-hak kliennya.

Di antaranya dikembalikannya rekening dan kartu ATM Nurullita serta pemberian pesangon.

Sebab, ia menyebut ada transaksi mencurigakan yang menggunakan nama Nurullita untuk transaksi PT PPLA.

"Kita pengen tahu respons dari mereka akan memayar atau tidak, karena ini sudah perintah dari mediator. Hari ini mediasi dimana mereka untuk melunasi hak-haknya Ibu Nurullita, sesuai perintah mediator," jelas Rizki.

Seperti diketahui, Nurullita yang bekerja di sebuah perusahaan bongkar muat di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, dipecat sepihak perusahaan karena berbeda pandangan politik.

Sosok Jefri Bolkiah, Adik Sultan Hassanal Bolkiah yang Kencani 40 Wanita dan Gemar Berfoya-foya

Demi Jumpa Sang Idola, Luna Maya Rela Lakukan Hal Ini untuk BTS, Disemangati Faisal Nasimuddin

Heboh! Mobil Perwira Tinggi Polri Kena Tilang Elektronik via CCTV, Ini yang Dilakukannya

Kronologi Pemecatan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved