BATAM TERKINI

Jokowi Janjikan Pembangunan Jembatan Batam - Bintan, Ini Kata Apindo Batam

Capres nomor urut 01, Jokowi menjanjikan pembangunan jembatan Batam-Bintan jika terpilih lagi jadi presiden, apa kata Apindo Batam?

Jokowi Janjikan Pembangunan Jembatan Batam - Bintan, Ini Kata Apindo Batam
TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rencana percepatan pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang digaungkan kembali calon presiden petahana, Joko Widodo, mendapat respon positif dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam.

Pelaksana Tugas Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid mengatakan, jembatan yang menghubungkan antara Pulau Batam dan Pulau Bintan ini, memang bermanfaat untuk pemerataan ketimpangan yang terjadi antara Batam dengan Bintan dan Tanjungpinang.

"Kita tahu walaupun berada dalam satu wilayah provinsi, Batam yang sejak awal disiapkan sebagai daerah industri, maju lebih pesat ketimbang Bintan dan sekitarnya," kata Rafki kepada Tribun, Senin (8/4/2019).

Sehingga menurutnya, keberadaan jembatan yang menghubungkan dua pulau ini, nantinya bisa membuat Bintan dan daerah sekitarnya, mendapatkan manfaat dari kemajuan ekonomi yang ada di Batam.

Begitu juga, untuk mobilisasi barang dan orang akan semakin mudah. Roda ekonomi di kedua pulau ini, diyakinkan akan bergerak lebih kencang.

"Masyarakat Kepri tentunya berharap jembatan ini dapat segera dibangun. Untuk memudahkan mobilisasi antar kedua pulau. Investor juga akan memiliki banyak pilihan lokasi untuk berinvestasi," ujarnya.

Jembatan Batam Bintan Dijanjikan Jokowi Kampanye di Batam, Sepanjang 7 Km & Dongkrak Ekonomi Kepri

Usai Kampanye Jokowi di Batam, Sejumlah Relawan Pungut dan Bersihkan Sampah secara Spontan

Kemeja Kaesang Pangarep Curi Perhatian saat Buka Gerai Kopi, Ada Gambar Jokowi dan Prabowo

Dapat Komentar Nyiyir Soal Kegantengan Jan Enthes, Begini Jawaban Gibran Rakabuming

Meski begitu, Rafki tetap memberikan catatannya. Dikatakan, wacana pembangunan Jembatan Batam-Bintan sudah lama didengar. Namun wujudnya hingga saat ini masih belum terlihat. Iapun menyampaikan argumennya terkait kendala pembangunan jembatan tersebut.

"Anggaran pembangunannya lumayan besar, yaitu lebih dari Rp 3 triliun. Nilainya hampir sama dengan APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) Provinsi Kepri untuk satu tahun," kata Rafki.

"Menurut saya, sulit rasanya kalau pembangunan jembatan ini diambil dari anggaran negara.

Pilihannya jatuh kepada swasta. Kalau swasta yang membangunnya, maka acuan utama investor tetaplah profit dan lama pengembalian modalnya," sambungnya.

Jika swasta yang membangun, maka mereka yang melewati jembatan ini tentunya akan berbayar. Investor juga akan menghitung perkiraan jumlah kendaraan yang akan melintas, untuk mengetahui berapa lama investasi mereka bisa balik modal.

"Sudah beberapa kali pihak swasta yang mencoba masuk ke proyek ini, tapi sampai saat ini belum ada yang jalan," kata Rafki.

Terlepas dari kendala soal anggaran, dan sebagai masyarakat Kepri, Rafki tetap berharap jembatan ini bisa segera dibangun.

"Kita berharap tentunya pendanaan berasal dari APBN. Karena kalau menunggu pihak swasta yang berminat, maka kecil kemungkinan akan terwujud," ujarnya. (tribunbatam.id/ dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved