Workshop Peningkatan Kapasitas SDM TBC Tingkat Kabupaten Bintan

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis.

Workshop Peningkatan Kapasitas SDM  TBC Tingkat Kabupaten Bintan
ist
Workshop Peningkatan Kapasitas SDM TBC Tingkat Kabupaten Bintan 

TRIBUNBATAM.id - Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis.

Sumber penularan adalah pasien TB terutama pasien yang mengandung kuman TB dalam dahaknya.

Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei/percik renik).

Infeksi akan terjadi apabila seseorang menghirup udara yang mengandung percikan dahak yang infeksius.

TBC merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius.

Di tahun 2017, TBC menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian di antara orang dengan HIV negatif dan sekitar 300.000 kematian karena TBC di antara orang dengan HIV positif.

Diperkirakan terdapat 10 juta kasus TBC baru setara dengan 133 kasus per 100.000 penduduk.

Di tingkat global, di tahun 2017 terdapat sekitar 558.000 kasus baru TBC rifampisin resistan di mana hampir separuhnya ada di tiga negara yaitu India (24%), China (13%), dan Rusia (10%).

Di antara kasus TBC RR, diperkirakan 82% kasus tersebut adalah TBC MDR.

Secara global, 3.6% kasus TBC baru dan 17% kasus TBC pengobatan ulang merupakan kasus TBC MDR/RR.

WHO memperkirakan insiden tahun 2017 sebesar 842.000 atau 319 per 100.000 penduduk sedangkan TBC-HIV sebesar 36.000 kasus per tahun atau 14 per 100.000 penduduk.

Kematian karena TBC diperkirakan sebesar 107.000 atau 40 per 100.000 penduduk, dan kematian TBC-HIV sebesar 9.400 atau 3,6 per 100.000 penduduk.

Dengan insiden sebesar 842.000 kasus pertahun dan notifikasi kasus TBC sebesar 442.172 kasus maka masih ada sekitar 47% yang belum ternotifikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi maupun tidak terlaporkan.

Subdit TB Kemenkes RI berdasarkan hitung beban TBC memperkirakan insiden TB tahun 2018 sebesar 12.101 atau 566 per 100.000 penduduk.

Dengan insiden 12.101 kasus per tahun dan notifikasi kasus TBC berdasarkan data SITT dan data penyisiran kasus TB di RS adalah sebesar 6.693 kasus atau sebesar 303 per 100.000 penduduk, maka masih ada sekitar 44.7 % yang belum ternofikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi maupun yang tidak terlaporkan.

Angka notifikasi semua kasus TB (case notification rate/CNR) yang diobati per 100.000 penduduk adalah jumlah semua kasus TB yang diobati dan dilaporkan di antara 100.000 penduduk yang ada di suatu wilayah tertentu.

Angka CNR ini menunjukkan trend meningkat atau menurunnya penemuan kasus dari tahun ke tahun di suatu wilayah.

Angka keberhasilan pengobatan kasus TB di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017 sebesar 90 % .

Untuk meningkatkan indikator diperlukan pemantauan pengobatan yang rutin pada pasien TB, hal ini memerlukan ketrampilan dan keahlian dari sumber daya pengelola program TB di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga perlu dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas program TB secara rutin karena tingginya turman over atau mutasi pengelola program TB di fasilitas pelayanan kesehatan.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved