Tak Bayar Utang, Pemerintah China Bekukan Pembelian Tiket Pesawat dan Kereta Api 26 Juta Orang

Pengadilan pengutang dalam daftar hitam untuk melakukan sejumlah kegiatan, termasuk mengakses pasar keuangan, bepergian dengan pesawat atau kereta api

Tak Bayar Utang, Pemerintah China Bekukan Pembelian Tiket Pesawat dan Kereta Api 26 Juta Orang
ecns.cn
Suasana di Shanghai Airport 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Jangan pernah menunggak utang di China karena pemerintah negara itu sangat tegas bagi para pengemplang utang.

Lihat saja, pemerintah China membekukan penjualan 20,47 juta tiket pesawat dan 5,71 juta tiket kereta api.

Menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), langkah tersebut sebagai hukuman bagi warganya yang gagal membayar utang atau melakukan perilaku tak jujur lainnya.

Seperti diberitakan South China Morning Post, jutaan orang dan perusahaan telah dicap sebagai pihak-pihak yang tidak dapat dipercaya pada daftar hitam yang disusun oleh pengadilan China.

Pengadilan pun melarang atau membatasi mereka yang ada dalam daftar tersebut untuk melakukan sejumlah kegiatan, termasuk mengakses pasar keuangan atau bepergian dengan pesawat atau kereta api.

Secara total ada 13,49 juta orang telah diklasifikasikan sebagai pihak yang tidak dapat dipercaya per akhir Maret.

Daftar yang disusun oleh pengadilan Tiongkok ini adalah salah satu bagian pertama dari sistem kredit sosial China yang menargetkan pihak-pihak yang menolak untuk menghormati keputusan pengadilan.

Otoritas setempat juga menggunakan metode baru untuk menekan subjek yang tidak dapat dipercaya, termasuk mencegah mereka membeli asuransi premium, produk wealth management atau real estate, serta memberi sanksi sosial dengan membuka informasi pribadi mereka.

Sejumlah negara lain di dunia, termasuk Amerika Serikat dan Kanada telah lebih dulu melacak perilaku individu dan mencegah individu yang tidak dapat dipercaya terlibat dalam kegiatan tertentu. Daftar larangan terbang AS, misalnya berisi puluhan ribu nama. 

Dewan Negara China meluncurkan sistem kredit nasional pada 2014 untuk mengendalikan perilaku 1,4 miliar warganya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved