HARI KARTINI

HARI KARTINI - Sulastin Sutrisno, Penerjemah Surat-surat Kartini, Perjuangan Kartini Tak Hanya Jawa

Sulastin menolak "tuduhan" lama, apa yang selalu diperjuangkan Raden Ajeng Kartini melulu untuk ruang lingkup masyarakat Jawa

HARI KARTINI - Sulastin Sutrisno, Penerjemah Surat-surat Kartini, Perjuangan Kartini Tak Hanya Jawa
via kominfo.go.id
Peringatan Hari Kartini 21 April 2019 

TRIBUNBATAM.id -  Terus terang Sulastin Sutrisno tidak puas dengan pengertian kebanyakan masyarakat kita tentang kehidupan Kartini.

Masyarakat selalu melihat Kartini dari asal-usulnya dan keberhasilannya membebaskan anak-anak perempuan dari kungkungan adat, sehingga mereka mampu mencapai kemajuan serta ikut menuntut ilmu sebagaimana rekan-rekan prianya.

Ia dengan tegas mengatakan, "Kartini tidak hanya berjuang untuk Jawa!"

Tidak hanya melulu persoalan emansipasi wanita.

"Itu kurang tepat. Kartini tidak hanya memperjuangkan emansipasi wanita! Ada garis penghubung yang selalu dilupakan orang antara emansipasi wanita ke arah emansipasi bangsa!"

Menurut anggapan Kartini, wanita adalah pendidik pertama manusia, pendidik utama anak-anak.

HARI KARTINI - Terungkap dari Suratnya, Pertanyaan yang Bikin RA Kartini Gelisah Saat Masih Kecil

Hasil, Klasemen & Top Skor Liga Inggris, Man City Ambil Alih Puncak Klasemen, Aguero-Salah 19 Gol

Ryusuke Sekiya Bayi Terkecil di Dunia, Lahir di Jepang dengan Berat 258 Gram

Hasil, Klasemen & Top Skor Liga Italia Setelah Duo Milan Seri, Juventus Juara, Ronaldo Baru 19 Gol

Nantinya mereka bakal membentuk keluarga, dasar utama bangunan masyarakat dan bangsa.

Kartini menekankan: di pangkuan ibu, anak pertama kali belajar merasa dan berpikir.

Anak itulah yang nantinya turut memberi corak bangsanya.

Jadi Kartini menunjukkan, kebangkitan wanita senantiasa dalam hubungan kebangkitan bangsa.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved