Video Panas ABG yang Diduga Terjadi di Bali Beredar di Media Sosial. Durasinya 5 Menit

Adegan panas itu diduga terjadi di Bali karena terdengar siaran salah satu radio yang ada di Bali ketika sepasang muda-mudi itu berbuat mesum

Video Panas ABG yang Diduga Terjadi di Bali Beredar di Media Sosial. Durasinya 5 Menit
Coconuts.co
Video panas dalam mobil. Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, DENPASAR - Video sepasang ABG sedang melakukan hubungan intim dalam mobil di Bali viral di WhatsApp (WA).

Video berdurasi sekitar lima menit itu diduga direkam oleh salah seorang yang melakukan hubungan intim tersebut.

Terlihat dalam video yang viral di WhatsApp itu, tokoh pria tampak memegang ponsel tau benda yang digunakan untuk merekam.

Kabar adanya sepasang ABG yang melakukan hubungan intim dalam mobil ini kemudian ramai diberitakan oleh situs-situs berita lokal di Bali.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja mengatakan, pihaknya masih memelajari unsur-unsur tindak pidana dan lokasi pengambilan video tersebut.

“Kalau ada pihak yang dirugikan agar segera melapor ke polisi. Diduga kedua pemeran merupakan pelajar di Denpasar," kata Hengky.

Dugaan kuat, adegan panas itu dilakukan di Bali karena terdengar siaran salah satu channel radio yang ada di Bali ketika sepasang muda-mudi itu berbuat mesum. Tak hanya itu, sang wanita juga mengenakan gelang Tridatu.

Video sepasang ABG di Bali berhubungan intim di dalam mobil beredar viral.
Video sepasang ABG di Bali berhubungan intim di dalam mobil beredar viral. (IST)

Dilansir dari Tribun Bali, Kasubdit V Cyber Crime Polda Bali Kompol I Gusti Ayu Suinaci mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan take down pada akun yang mengunggah video asusila itu.

Namun pihaknya hingga kini belum menerima laporan terkait apakah ada pihak yang mau melapor atau merasa dirugikan atas video dewasa yang beredar itu 

"Belum ada sampai ke kami laporannya. Tapi terkait akun yang memuat video itu, akunnya sudah kita take down. Karena itu kan bermuatan pornografi, “ kata Suinaci, Kamis (25/4/2019).

“Kami memutus dan meminimalisir peredarannya. Meminimize orang-orang yang melihatnya, karena itu kan muatan pornografi bisa diakses siapa saja. Apalagi itu di medsos kan?," lanjutnya

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved