Sebelumnya Dukung Prabowo, Ketua KSPI Said Iqbal Bertemu Presiden Jokowi. Kami Tak Bahas Pilpres!

Ketua KSP Said Iqbal menegaskan, pertemuannya dengan Jokowi tersebut tak berhubungan dengan pemilu atau pilpres, tetapi membahas masalah perburuhan.

Sebelumnya Dukung Prabowo, Ketua KSPI Said Iqbal Bertemu Presiden Jokowi. Kami Tak Bahas Pilpres!
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengadakan pertemuan dengan pimpinan organisasi buruh di Istana Bogor, Jumat pagi 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menjelaskan terkait pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat (26/4/2019) pagi.

Said Iqbal menegaskan, pertemuannya dengan Jokowi tersebut tak berhubungan dengan pemilu atau pilpres, tetapi berhubungan dengan masalah perburuhan.

"Ini adalah pertemuan biasa antara pemimpin serikat buruh dengan presiden, untuk membicarakan masalah perburuhan," kata Said Iqbal dalam siaran pers yang disampaikan Ketua Departemen dan Komunikasi KSPI Kahar S. Cahyono, Jumat malam.

Suami Mintak Jatah Sebelum Pergi Merantau, Istri Tak Mau Melayani, Pria ini Marah dan Bacok Istrinya

Batuaji Langganan Banjir, Tahun Ini Kementerian PU Bangun Gorong-gorong dari Box Culvert

BMKG Sebut, Sabtu (27/4) Besok Wilayah Kepri Diprediksi Masih Akan Dilanda Hujan Disertai Petir

Iqbal mengakui pertemuan itu bisa menimbulkan banyak spekulasi karena ia dan organisasinya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Terlebih Pilpres belum benar-benar selesai meski hasil hitung sementara KPU dan hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan keunggulan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin.

Iqbal menegaskan, selama ini kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Namun, ia menegaskan berbagai kritiknya terkait masalah buruh bukan berarti ia membenci sosok capres petahana itu.

Iqbal menegaskan, kritiknya selama ini adalah bentuk tanggungjawab sekaligus tugasnya sebagai pemimpin serikat buruh dalam melakukan kontrol sosial terhadap kekuasaan.

"Saya tidak akan pernah membiarkan kebencian terhadap pribadi merasuk di dalam diri saya. Kritik yang kita sampaikan murni terkait dengan kebijakan," kata Iqbal.

"Tujuan yang utama adalah kesejahteraan kaum buruh," tegasnya.

Sebagai pemimpin konfederasi serikat pekerja besar di indonesia, Iqbal menilai sudah selayaknya ia berkomunikasi dengan presiden terkait kepentingan kaum buruh.

Dalam pertemuan itu, Iqbal dan sejumlah pimpinan organisasi buruh lain menuntut Presiden merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 direvisi.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved