Breaking News:

Insiden KRI Tjiptadi Ditabrak Kapal Vietnam di Perairan Natuna, Kemlu RI Panggil Kedubes Vietnam

Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melayangkan protes kepada Vietnam atas insiden ditabraknya Kapal TNI AL oleh kapal Vietnam pada Sabtu (27/4/2019) l

Editor: Danang Setiawan
FACEBOOK
Insiden KRI Tjiptadi Ditabrak Kapal Vietnam di Perairan Natuna, Kemlu RI Panggil Kedubes Vietnam 

Insiden KRI Tjiptadi Ditabrak Kapal Vietnam di Perairan Natuna, Kemlu RI Panggil Kedubes Vietnam

TRIBUNBATAM.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melayangkan protes kepada Vietnam atas insiden ditabraknya Kapal TNI AL oleh kapal Vietnam pada Sabtu (27/4/2019) lalu.

Kementerian Luar Negeri RI pun memanggil pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) Vientam di kantor Kemlu, Pejambon, Jakarta Pusat, pada Senin (29/4/2019) pagi.

"Kemlu telah panggil wakil Kedubes Vietnam di Jakarta untuk menyampaikan protes atas penyerempetan Kapal Dinas Perikanan Viet nam terhadap KRI Tjiptadi 381 pada 27/04/2019," tulis keterangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri yang mewakili pemerintah Indonesia menyayangkan, kejadian yang viral melalui video tersebut.

"Tindakan kapal Dinas Perikananan Vietnam membahayakan nyawa aparat kedua negara, tidak sejalan dgn hukum internasional, dan tidak sesuai dengan semangat ASEAN," lanjut keterangan tersebut.

Sebelumnya, Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Minggu (28/4/2019), menyatakan, kejadian atau insiden antara kapal sipil Vietnam dengan KRI Tjiptadi-381, di Laut Natuna Utara, di dalam wilayah ZEE Indonesia, pada pukul 14.45 WIB Sabtu (27/4/2019). 

Sebelumnya, Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksmana Muda TNI Yudo Margono menjelaskan kronologi insiden kapal pemerintah Vietnam yang menabrak KRI Tjiptadi 381 pada Sabtu (27/4/2019).

Dalam rilisnya, kejadian tersebut terjadi di perairan Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara.

Insiden ini bermula saat KRI Tjiptadi-281 sedang melaksanakan Penegakan Hukum dan Kedaulatan di Perairan Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara.

Penegakan hukum ini dilakukan terhadap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam BD 797 yang sedang melaksanakan illegal fishing dan menangkap KIA Vietnam itu.

Namun, KIA itu tersebut dikawal oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam atau Coast Guard Vietnam. Kapal Coast Guard Vietnam berusaha menghalangi proses penegakan hukum dan kedaulatan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-281 dengan memprovokasi melalui usaha mengganggu proses penegakkan hukum dan kedaulatan dengan cara menabrakkan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381.

 Reaksi TNI AL Soal Insiden KRI Tjiptadi 381 Ditabrak Kapal Pemerintah Vietnam di Perairan Natuna

Kejadian dibenarkan berada di Perairan Indonesia dan ini dilihat berdasarkan lokasi penangkapan. Sehingga penangkapan yang dilakukan KRI Tjiptadi-281 sudah benar dan melalui prosedur yang sesuai.

Namun, pihak Vietnam mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan Vietnam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved