PEMILU 2019

Kapolresta Ultimatum Penyelenggara Pemilu,: Jika Terjadi Kecurangan, Saya Tangkap

Terkait proses rekapitulasi suara ini, Kapolresta Barelang mengingatkan para petugas untuk bertindak benar alias tidak curang melakukan tugasnya

Kapolresta Ultimatum Penyelenggara Pemilu,: Jika Terjadi Kecurangan, Saya Tangkap
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses rekapitulasi surat-suara paska pemilu serentak pada Rabu (17/4/2019) lalu, masih bergulir di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Terkait proses rekapitulasi suara ini, Kapolresta Barelang mengingatkan para petugas untuk bertindak benar alias tidak curang melakukan tugasnya.

Jika itu terjadi, Kapolresta Barelang menyatakan tidak akan segan untuk menangkap yang bertindak curang.

"Saya minta kepada KPU Kota Batam, Bawaslu Kota Batam dan panitia penyelenggara terkait jangan ada yang curang. Jika ada yang main-main dan curang saya tangkap!"

"Saya tangkap! Mari lakukan sesuai dengan konstitusi yang ada," kata Hengki saat memberikan sambutan acara deklarasi damai paska pemilu di Pena Hall, Minggu (27/4/2019).

Tidak hanya itu, Hengki juga mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat Batam agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks, yang bisa berujung pada kerugian diri sendiri.

Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Senin 29 April Jam 07.15 WIB, Ini Jumlah Suara Jokowi dan Prabowo

Jumlah Suara Tak Sesuai Ekspektasi, Caleg Ini Tarik Bantuan Aspal ke Warga, Untung Belum Dipakai

Hasil Liga Italia Torino vs AC Milan, Gol Andrea Belotti dan Alejandro Berenguer Kalahkan AC Milan

Hasil Liga Spanyol Rayo Vallecano vs Real Madrid, Gol Penalti Lawan Kalahkan Real Madrid

Ia mencontohkan, beberapa hari lalu ada warga yang mengatakan, ada letusan senjata api di Gor Bandara Odessa, ternyata itu adalah produksi berita hoaks.

"Kami tangkap! (info) Itu tidak benar. Karena sampai saat ini, pesta demokrasi di Batam berjalan lancar dan kondusif. Jangan mudah percaya berita yang sumbernya belum jelas."

"Nanti yang rugi diri kita sendiri dan harus berhadapan dengan hukum jika sudah mengarah ada tindak pidana pada apa yang kita share dan ucapkan," ujar Hengki.

Hengki berharap, siapapun presiden, anggota DPR RI asal Kepri, DPD asal Kepri, anggota DPRD Kepri, dan anggota DPRD Kota Batam terpilih, itu lah yang terbaik.

"Yang belum ada kesempatan bersabar. Biar 22 Mei nanti KPU lah yang menentukan berdasarkan real count. Siapa yang terpilih itu lah yang terbaik," ujar Hengki.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved