KARIMUN TERKINI

Ledakan di Kapal PT MOS Karimun, Pengakuan Pekerja: Safety Pekerja Kurang, Hanya Pakai Kaos Oblong

Menurut dia, sangat disayangkan, meski kecelakaan sering terjadi, namun perusahaan masih tetap mengabaikan keselamatan pekerja

Ledakan di Kapal PT MOS Karimun, Pengakuan Pekerja: Safety Pekerja Kurang, Hanya Pakai Kaos Oblong
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Galangan Kapal PT MOS, sudah dipasang garis polisi paska terjadi ledakan dalam kecelakaan kerja, Rabu (25/4/2019) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Keamanan dan keselamatan pekerja di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) masih sangat rentan.

Meskipun telah terjadi beberapa kali kecelakaan kerja di perusahaan galangan kapal yang berada di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, namun pihak perusahaan diduga kuat masih mengabaikannya.

Dari informasi yang diperoleh dari sumber yang dipercaya, pekerja yang sedang mengerjakan Succes Energy XXXII Tbk hanya menggunakan kaos oblong atau tanpa pakaian pelindung api.

Kapal Succes Energy XXXII yang diketahui milik PT Soechi Lines (induk perusahaan PT MOS yang berada di Jakarta) adalah kapal yang meledak pada Rabu (23/4).

"Penyebab itu diketahui karena tidak adanya safety bagi pekerja yang melakukan pengelasan," seorang sumber tribun di PT MOS, Minggu (28/4).

Kecelakaan itu sendiri terjadi ketika pekerja melakukan pengelasan.

Pemuda Tamatan SMP di Payakumbuh Sumbar Retas Situs KPU, Ibu Pelaku: Anakku Bukan Orang Jahat

5 Fakta Bencana Banjir di Bengkulu, Gubernur Menangis, 17 Orang Tewas, 15 Jembatan Putus

Kapolresta Ultimatum Penyelenggara Pemilu,: Jika Terjadi Kecurangan, Saya Tangkap

Diduga ketika pengerjaan berlangsung tabung gas di kapal meledak.

Akibatnya dua pekerja mengalami luka bakar serius hingga dirawat secara intensif di rumah sakit.

"Informasi yang kami ketahui, kapal meledak itu milik PT Soechi Lines Tbk, yang merupakan induk perusahaan PT MOS di Jakarta. Mestinya pekerja pakai baju anti api," ungkap sumber yang enggan namanya dikorankan itu.

Menurut dia, sangat disayangkan, meski kecelakaan sering terjadi, namun perusahaan masih tetap mengabaikan keselamatan pekerja.

Dimana pada Sabtu (24/11/2018) puluhan pekerja mengalami luka-luka akibat pecahnya balon airbag kapal, selanjutnya pada Selasa (27/11/2018) seorang pekerja helper di galangan tertimpa plat baja, pada Kamis (20/12/2018) bahan material dari atas crane menimpa pekerja di PT MOS dan meledaknya tabung gas saat perbaikan kapal Succes Energy.

"Keluhan sudah beberapa kali disampaikan pekerja, tapi manejemen tidak menghiraukan. Selama ini manajemen tidak peduli ketika karyawan hanya mengenakan kaos oblong, tanpa helm dan kacamata saat bekerja," kata sumber.

Menurut sumber itu lagi proyek perbaikan kapal memeiliki hubungan bisnis dengan PT Pertamina.

Ia juga menyebutkan PT MOS juga diketahui sedang menjalani kontrak dengan PT Pertaminan untuk membangun kapal. Namun, hingga saat ini belum kelihatan hasilnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved