Masih Utang Puasa Tahun Lalu, Begini Hukum Bagi yang Telat Qadha Hingga Ramadan Berikutnya

Ketika Anda masih menunda qadha puasa karena lalai hingga memasuki Ramadan berikutnya, maka akan ada beban tambahan yang harus ditanggung.

Masih Utang Puasa Tahun Lalu, Begini Hukum Bagi yang Telat Qadha Hingga Ramadan Berikutnya
Puasa Ramadhan 

TRIBUNBATAM.idAnda masih belum mengganti utang puasa Ramadan tahun lalu.

Sementara bulan Ramadhan akan segera tiba dalam waktu sekitar satu minggu lagi, Minggu (28/4/2019).

Dalam kurun waktu tersebut, mungkin sebagian dari Anda masih ada yang belum mengganti utang puasa.

Jika masih ada waktu, segeralah ganti hutang tersebut.

Namun jika sudah tidak sempat, maka berikut ini hal yang perlu Anda ketahui.

Fakta Terbaru Pembunuhan Guru Honorer, Warga Akui Merinding Setiap Lewati Lokasi Mutilasi 

Ziarah ke Makam Sunan Ampel, Bus Rombongan Wisata Religi Terguling dan Puluhan Penumpang Jadi Korban

Dikabarkan Lolos ke Senayan, Mulan Jameela Tidak Ambil Pusing, Ahmad Dhani Berjuang Tegakan Keadilan

Hasil Akhir Liga Inggris, Manchester United dan Chelsea Sama Kuat, The Blues Tahan Imbang Tuan Rumah

Dikutip TribunWow.com dari nu.or.id, umat islam yang memenuhi syarat puasa diwajibkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan.

Mereka yang terlanjur membatalkan puasanya di bulan Ramadhan karena sakit dan lain hal, harus mengganti di bulan yang lain.

Ketika Anda masih menunda qadha puasa karena lalai hingga memasuki Ramadan berikutnya, maka akan ada beban tambahan yang harus ditanggung.

Beban itu adalah kewajiban untuk membayar fidyah di samping mengqadha puasa yang pernah ditinggalkan.

والثاني الإفطار مع تأخير قضاء) شىء من رمضان (مع إمكانه حتى يأتي رمضان آخر) لخبر من أدرك رمضان فأفطر لمرض ثم صح ولم يقضه حتى أدركه رمضان آخر صام الذي أدركه ثم يقضي ما عليه ثم يطعم عن كل يوم مسكينا رواه الدارقطني والبيهقي فخرج بالإمكان من استمر به السفر أو المرض حتى أتى رمضان آخر أو أخر لنسيان أو جهل بحرمة التأخير. وإن كان مخالطا للعلماء لخفاء ذلك لا بالفدية فلا يعذر لجهله بها نظير من علم حرمة التنحنح وجهل البطلان به. واعلم أن الفدية تتكر بتكرر السنين وتستقر في ذمة من لزمته.

Artinya, "(Kedua [yang wajib qadha dan fidyah] adalah ketiadaan puasa dengan menunda qadha) puasa Ramadhan (padahal memiliki kesempatan hingga Ramadhan berikutnya tiba) didasarkan pada hadits, ‘Siapa saja mengalami Ramadhan, lalu tidak berpuasa karena sakit, kemudian sehat kembali dan belum mengqadhanya hingga Ramadhan selanjutnya tiba, maka ia harus menunaikan puasa Ramadhan yang sedang dijalaninya, setelah itu mengqadha utang puasanya dan memberikan makan kepada seorang miskin satu hari yang ditinggalkan sebagai kaffarah,’ HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved