Seksinya 'Jalur Sutera' China, Dalam Sehari, Puluhan Negara Teken Kerjasama Senilai Rp 928 Triliun

Di tengah isu perang dagang dengan AS, China terus mengkampanyekan ambisi besar menyatukan Asia, Eropa dan Afrika dengan “Belt and Road Initiative".

Seksinya 'Jalur Sutera' China, Dalam Sehari, Puluhan Negara Teken Kerjasama Senilai Rp 928 Triliun
scmp/MRL
Jalur Sutera China dan ECRL Malaysia 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Di tengah isu perang dagang dengan Amerika Serikat, China terus mengkampanyekan ambisi besarnya untuk menyatukan Asia, Eropa dan Afrika dengan “Belt and Road Initiative”.

Meskipun China menghindari istilah “proyek” atau “program”, namun BRI ini adalah misi masa depan yang akan membangun kembali mimpi sekian abad yang lalu tentang “Jalur Sutera” atau “Marshall Plan” pasca perang Dunia II,

BRI ini –jika selesai– akan menghubungkan 210 negara di Asia, Eropa dan Afrika lewat jalur darat dan laut.

Link Live Streaming Final Puteri Muslimah Indonesia 2019, Senin (29/4) Pukul 18.30 WIB di Indosiar

Viral! Jokowi Disapa Siap Presiden, Politisi NasDem Ungkap Pertemuan dengan Tim TKN Jokowi-Maruf

BREAKING NEWS, Presiden Jokowi Putuskan Ibukota Negara Pindah ke Luar Jawa

Meskipuin BRI ini adalah ambisi besar Presiden China XI Jinping, namun sebagian besar negara yantg mendapat tawaran, terkesima dengan gagasan tersebut.

Lihat saja, saat Belt and Road Initiative Forum digelar pada Jumat dan Sabtu lalu yang dihadiri oleh 37 negara, sejumlah petinggi negara yang hadir, langsung menandatangani perjanjian yang besarnya mencapai 64 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 928 triliun di akhir pertemuan.

Bahkan, jika ditambah dengan perjanjian China dengan Malaysia dan Kamboja, nilainya di atas 1.000 triliun.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di awal pemerintahannya, Mei 2018 lalu, menghentikan sejumlah proyek strategis peninggalan PM Najib Razak.

Namun, dalam kunjungan kerjanya ke Beijing, kedua negara akhirnya sepakat untuk melanjutkan proyek ECRL senilai 44 miliar Ringgit atau sekitar Rp 151,8 triliun.

Perbedaannya adalah, proyek East Coast Rail Link tersebut memang dikurangi nilainya dari sebelumnya RM65,6 miliar.

Mantan Menteri Keuangan Daim Zainuddin yang dipercaya Mahathir untuk menandatangani proyek itu menyebutkan kepada media bahwa pengurangan anggaran itu dengan mengurangi jalur kererta api 40km menjadi 648km.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved