TANJUNGPINANG TERKINI

Terlibat Kasus Narkoba, 2 Pegawai Pemko Tanjungpinang Dipecat, Ini Penjelasan Sekdako Tanjungpinang

Sekdakota Tanjungpinang Riono menuturkan pemecatan 2 anggota Satpol PP ini sebagai tindakan tegas memerangi pegawainya yang terlibat narkoba

TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Dua pegawai Pemko Tanjungpinang yang berdinas di Satpol-PP dipecat lantaran terkait kasus narkoba.

Masalah narkoba ini telah membuat Pemko Tanjungpinang geram dengan ulah pegawainya.

Keterlibatan mereka pada jaringan narkoba dianggap merusak dan tidak membantu pemerintah dalam memerangi narkoba.

Sekdakota Tanjungpinang Riono menuturkan pemecatan dua anggota satpol PP ini sebagai tindakan tegas memerangi pegawainya yang masih berani menyalahgunakan barang haram tersebut.

"Sudah kita pecat dari Satpol. Kalau tidak salah dua orang," kata Riono ditemui saat sosialialisi narkoba kepada kalangan muda dan remaja sekolah di Comfort Hotel Tanjungpinang, Senin (29/4/2019).

Pemecatan itu juga sudah dilakukan tahun lalu.

Identitas Mayat Pria yang Ditemukan di Pantai Kundur Karimun Diketahui, Warga Tanjung Batu Kota

BERITA PERSIB - Persib Akui Pemain Asing Incaran Berasal dari Slovenia, Rene Mihelic?

Hasil, Klasemen & Top Skor Liga Spanyol Setelah Barcelona Juara, Madrid Kalah, Lionel Messi 34 Gol

Perolehan Suara Caleg Suami-Istri di Tanjungpinang, 1 Lolos, 1 Gagal, Lis & Istri Sama-sama Lolos

Dua pegawai tersebut kedapatan mengedarkan narkoba dan diamankan pihak kepolisian untuk selanjutnya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk memastikan narkoba tidak merasuki kalangan penyelenggara negara di lingkungan Pemko, pihaknya juga melakukan pengadaan alat tes narkoba untuk dilakukan tes urine para pegawainya.

"Kita lakukan pengadaannya untuk mengantisipasi narkoba tidak masuk kalangan ASN. Pengadaan itu juga kita sesuaikan dengan anggaran. Kan bisa kita secara bertahap 1000 dulu misalnya. Kalau kita akan melakukan pengecekan di satu Dinas paling 200-an (orang)," kata Riono.

Berapa indikasi pegawai atau ASN Pemko yang mengkonsumsi narkoba, ia belum mengetahui pasti, namun beberapa diantaranya sudah dilakukan pemecatan.

"Kalau yang terindikasi pasti ada. Kalau ada yang sudah terlanjur, kita sarankan untuk menjalani rehabilitasi dengan kesadaran sendiri," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) kota Tanjungpinang, Djasman, menuturkan bahaya narkoba sangat mempengaruhi dan menghancurkan mental generasi muda.

"Sejak dini kita tanamkan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Hari ini kita kumpulkan mereka anak muda dengan harapan dapat membuat komunitas-komunitas anti narkoba untuk memerangi. Narkoba ini juga menghabiskan banyak anggaran Narkoba. Sudah masuk penjara, masih kita biayai lagi," kata Djasman. (tribunbatam.id/wfa)

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved