Pemilu dan Pilpres 2019

KPU Siapkan Santunan Rp 50 Miliar Bagi Petugas Pemilu Meninggal dan Sakit. Sudah Disetujui Menkeu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk dana santunan bagi petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit.

KPU Siapkan Santunan Rp 50 Miliar Bagi Petugas Pemilu Meninggal dan Sakit. Sudah Disetujui Menkeu
Tribun Jabaqr/Haryanto
Petugas KPPS di Purwakarta dibawa ke mobil ambulans karena tiba-tiba pingsan. Ia meninggal dalam perjalanan ke klinik 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk dana santunan bagi petugas pemilu yang meninggal dunia dan sakit.

Jumlah dana santunan tersebut merupakan hasil efisiensi KPU yang sudah dilakukan selama ini.

Dana hasil efisiensi tersebut dilaporkan kepada pemerintah untuk kemudian diajukan sebagai dana santunan bagi petugas pemilu meninggal dan sakit.

"KPU melakukan efisiensi (anggaran pemilu) banyak sekali. Prinsipnya efisiensi itu sudah dilaporkan ke pemerintah, kemudian kita mengajukan permohonan dana itu dipakai untuk santunan ke pemerintah. Kemudian kita menggunakan anggaran yang ada. Kurang lebih Rp 50 miliar," kata Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).
Nantinya, kucuran dana Rp 50 miliar tersebut akan dibagikan kepada seluruh petugas penyelenggara Pemilu yang tertimpa musibah. 

Semisal KPPS, PPK, maupun PPS. "Nggak hanya KPPS, tapi PPK, PPS, siapapun penyelenggara yang terkena musibah," imbuh dia.

Hingga pukul 08.00 WIB, Kamis 2 Mei 2019, jumlah petugas penyelenggara Pemilu, dalam hal ini Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tertimpa musibah sudah mencapai 3.911 orang, baik meninggal atau sakit.

Rencananya, besok KPU akan menyalurkan dana santunan tersebut kepada keluarga petugas KPPS yang menjadi korban di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang Selatan.

"Kita sudah mulai mendata terkait korban yang meninggal dunia, korban yang sakit," ujarnya.

 382 petugas meninggal dunia
Istri almarhum Hamim, korban ketujuh petugas KPPS yang meninggal di Cianjur histeris dan tak kuasa menahan tangis, Selasa (23/4/2019).
Istri almarhum Hamim, korban ketujuh petugas KPPS yang meninggal di Cianjur histeris dan tak kuasa menahan tangis, Selasa (23/4/2019). (Tribun jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Hingga pukul 08.00 WIB, Kamis 2 Mei 2019, jumlah petugas penyelenggara Pemilu, dalam hal ini Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tertimpa musibah sudah berada di angka 3.911 jiwa.

Rinciannya, sebanyak 382 petugas KPPS meninggal dunia, dan 3.529 lainnya jatuh sakit.

"Update data per 2 Mei 2019, pukul 08.00 WIB. Wafat 382, sakit 3.529. Total 3.911 (jiwa)," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Arief Rahman Hakim saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019).

Sebagian besar, mereka meninggal dunia karena faktor kelelahan fisik dan kurangnya waktu istitahat.

Mereka bersikap demikian lantaran menjaga kemurnian proses rekapitulasi di tingkatnya masing-masing. Hingga tidak mengindahkan kesehatannya sendiri.

KPU saat ini tengah berupaya menyalurkan dana santunan yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pihak KPU masih menyusun petunjuk teknis pencairan dana santunan, serta memverifikasi data calon penerima yang kini sedang di proses oleh KPU Kabupaten/Kota.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved